de_er_es's blog

Selamat Datang di Coretan Sederhanaku
IP

Senin, 27 Juni 2011

Sebuah Oretan Hati Tentang Cinta

Sebuah Oretan Hati tentang Cinta
Oleh: Dian R S

"Di Sini Kita pernah bertemu, mencari warna seindah pelangi, ketika kau mengulurkan tanganmu, membawaku ke daerah yang baru, hidupku kini ceria...."

( Untukmu Teman-Brothers)

Matanya berkaca-kaca ketika laki-laki itu selesai shalat subuh dan merenungi kehidupannya. Dulu sekali laki-laki itu telah pernah berharap pada seorang perempuan, ada kilasan-kilasan di hatinya yang mengatakan bahwa mungkin dialah sosok yang selama ini dicari...dialah sosok yang tepat untuk mengisi hari harinya kelak dalam bingkai pernikahan.

Berawal dari sebuah pertemuan dan terjalinlah persahabatan. Berdiskusi tentang segala hal, terutama masalah masa depan ummat islam. Berjalan seiring dalam tugas yang sama membina ummat. Laki-laki itu sedang berproses menjadi aktivis, ya aktivis muda yang baru setelah ia keluar dari masa lalunya yang gelap. Dan perempuan itu seorang aktivis muslimah yang sudah lebih lama terjun dalam dunia dakwah. Perempuan itu adalah aktivis muda yang enerjik, cerdas dan tentunya cantik, tidaklah heran jika ia menjadi idaman para aktivis kaum adam. Laki-laki dan perempuan itu bersahabat, mereka sepasang sejoli yang mempunyai minat yang sama, dan lahan garapan dakwah yang sama. Sehingga kedekatan itu membawa semangat laki-laki itu itu untuk terus menggali potensi dirinya sebagai penyeru agama Allah ini.

"Pertemuan kita disuatu hari, menitikan ukhuwah yang sejati, bersyukur kehadirat ilahi diatas jalinan yang suci...."
(Doa Perpisahan-Brothers)

Sesungguhnya di hati pemuda itu telah tergores sebuah rasa.. Ya .....rasa Cinta yang begitu dalam. Laki-laki itu begitu sering menghubungi perempuan itu, lewat sms tentunya. Sebab pemuda itu tidak berani jika untuk menelponnya. Mereka tambah akrab sebab mereka memiliki banyak kesamaan. Mulai dari cerita tentang masa lalu, kecintaan pada kucing, bulan dan tahun lahir hingga golongan darah dan kemiripan arti nama depan mereka. Perempun itu sangat baik bahkan terlalu baik bagi laki-laki itu. Ia sering membantu lelaki itu. Dan selalu siap kapan saja sang laki-laki itu membutuhkan bantuan dan kehadirannya. Mereka memang berdua dan selalu berdua, Bersama teman-teman mereka. Mereka terus tetap dalam kata persahabatan. Hingga si lelaki menyimpan ‘rasa’ itu, ia tetap menyimpan rahasia hatinya, ia baru bisa memperlihatkan pada aktivitas memberi dan menerima. Sedangkan rasa itu tetap terpendam di lubuk yang paling dalam di hati. Lelaki itu memahami ‘rasa’ itu tidak boleh terungkap karena takut terjebak dalam hubungan yang tidak dihalalkan syariat. Ia memahami itu dan memegang kokoh nilai-nilai ini. Dan rasa itu memang hanya ada di hati. Hanya Allah, ia dan seorang sahabat dekat lelaki itu yang mengetahui rasa cinta itu .

"Mengapakah Kita di temukan dan akhirnya di pisahkan, mungkinkah menguji kesetiaan, kejujuran dan kemanisan iman, Tuhan berikan daku kekuatan....."

(Untukmu Teman-Brothers)

Sampai suatu hari, perempuan itu meninggalkan kota itu meninggalkan kota kelahirannya itu untuk melanjutkan cita-citanya. Mungkin ini merupakan salah satu doa lelaki yang di kabulkan Tuhan, dimana ketika di sebuah sore dengan kondisi tubuh yang tidak sehat, seakan-akan ia akan pingsan. Diatas sebuah sepeda motor dan dalam keadaan lemas ia memenuhi janji bertemu dengan perempuan sahabatnya itu. Dan ketika itu ia berdoa " Ya ALLAH jika sahabatku ini adalah jodoh hamba segerakan pernikahan hamba dengannya dan permudah urusan pernikahan itu, tetapi jika bukan jodoh hamba ya Allah, bawalah ia pergi jauh dari kota ini dan gantikan ia dengan perempuan yang lebih baik yang akan nmenjadi jodohku kelak.

"Namun kini perpisahan yang terjadi, dugaan yang menimpa diri, bersamalah diatas suratan, kutetap pergi jua....."

(Doa Perpisahan-Broters)

Di sebuah perenungan, lelaki itu menyadari bahwa ia harus membuang rasa itu dan merelakan kepergiannya. Sebab, ia dan perempuan itu ternyata memilki beberapa perbedaan, terutama dalam hal cita-cita dan tempat menuntut ilmu. Terlebih setelah si perempuan telah mendapatkan apa yang ia cita-citakan. Lelaki itu juga harus pergi untuk mengejar mimpi dan cita-citanya.

" Kini dengarkanlah, dendangan lagu tanda ingatanku, kepadamu teman, agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu, kenangan bersamamu, tak akan kulupa walau badai melanda, walau bercerai jasad dan nyawa..."

(Untukmu Teman-Brothers)

Laki-laki itu menyadari kalau sebenarnya kepergian wanita itu adalah sebuah doanya yang terkabul. Tetapi hatinya goyah ingin kembali dan menyatakan isi hatinya pada perempuan itu, ia ingin meminang sang bidadari. Dia ingin bidadari itu menjadi kekasihnya seumur hidup. Tapi....begitu berat juga hati agar tidak kembali, dia teringat teman-teman aktivis yang lain begitu memuji sahabat perempuannya ini, begitu banyak teman-temannya berharap dapat mempersunting sang sahabat perempuannya ini....Air matanya jatuh perlahan dalam sujud panjangnya dikegelapan malam... Dia berjanji untuk melupakan semua kenangan di kota tempat ia dibesarkan. Dia tidak ingin mengisi hari- harinya dengan kesia-siaan. Dia juga berjanji akan menganggap perempuan itu hanya sebagai sahabat seperjuangan, tidak lebih.

"Lalu bagaimana perempuan terhadap sahabat laki-lakinya ini?

Perempuan itu tetap melanjutkan hidupnya dengan aktivitas dakwahnya. Ia tetap tidak menyadari perasaan dari lelaki sahabatnya itu. Padahal si lelaki itu telah banyak melakukan hal yang menunjukkan hal itu. Bahkan sekarang mereka jarang sekali berkomunikasi.Mungkin karena lelaki itu banyak mengecewakan si perempuan.
Sebagai contoh, saat sebuah acara di mana si lelaki telah dipercayai sebagai ketua panitia sebuah acara. Padahal ketika itu si lelaki sedang mengalami sebuah masalah yang tidak bisa diceritakan kepada teman-teman serta sahabat perempuannya itu yang mengakibatkan ia tidak maksimal menjadi ketua. Sehingga membuat perempuan itu sedikit kecewa. Selain saat acara itu, ada juga acara lain ketika si perempuan memberi kepercayaan kepada si lelaki untuk menjadi pembawa acara pada acara tersebut. Semua persiapan dari A hingga Z sudah kami diskusikan bersama. Saat itu untuk pertama kalinya ia merasa sangat siap untuk menjadi MC. Akan tetapi pada hari H, ia tidak dapat menjadi MC karena keesokan harinya ia ada ujian sekolah dan ia juga sedang tidak enak badan. Hal itu menambah kekecewaan si perempuan kepada lelaki itu.

Laki-laki itu mendapat dua berita yang mengejutkan. Pertama dari seorang temannya, ia mendapat kabar bahwa si perempuan telah bertunangan. Saat itu hilanglah harapannya itu. Sebab kalau sudah bertunangan tidak boleh diganggu. Sedangkan kabar kedua, dari masa lalu yang gelap. Semua perempuan yang pernah menjadi mantan pacarnya menghubunginya lagi dengan tujuan untuk menjadikan kereka sebagai pacar dari laki-laki itu. Akan tetapi laki-laki itu lebih memilih menjadikan mereka sebagai temannya saja.

Tuhan, Aku tidak akan menyalahkan siapa-siapa, yang salah hanyalah persepsi dan harapan yang terlalu berlebihan dari kedekatan itu, dan proses interaksi yang terlalu dekat sehingga timbul gejolak dihati.... Biarlah hal itu menjadi proses pembelajaran dan pendewasaan bagiku untuk lebih hati-hati dalam menata hati," gumamnya pada suatu waktu. Dan begitu juga harapannya pada perempuan sahabatnya, agar bisa menerima keputusan dari ALLAH ini.

Adakalanya ia ingat pada sahabatnya. Apakah sahabatnya ini akan memakinya, tidak, laki-laki ini yakin sahabatnya tidak demikian, bukankah mereka tidak pernah saling menucap cinta, mereka tidak pernah berikrar untuk saling menyayangi sebagai kekasih, Sehingga.... saat bayangan sahabatnya itu pun hilang begitu saja...dan masih adakah setangkup harapan agar dia kembali? Laki-laki itu yakin Allahlah yang memiliki taqdir itu, walaupun terlalu banyak kebaikan sang sahabat ...akan ada seribu kata terima kasih untuknya demikian juga jika ada kata-katanya yang menyakitkan hati.... akan selalu ada beribu kata maaf untuknya...." Sahabatku, Jangan Kau Nanti lagi kehadiranku, bukan berarti aku tidak mencintaimu, sungguh aku sangat mencintaimu walaupun tidak pernah ku ungkapkan langsung padamu, biarkanlah ALLAH menjalankan skenarionya, dan kita hanya menjalankan skenario dari-Nya itu, maafkan aku yang mungkin telah membuat dirimu menaruh harap, walau tidak pernah terucap dibibirku, karena kau memang sahabat sejatiku, teman berbagi cerita, selamat berpisah, doakan aku sahabat agar tetap istiqomah di jalan-Nya, dan aku akan selalu mengenangmu" Desah Laki-laki itu

"Jikapun suatu saat nanti ternyata kita tetap di pertemukan dalam cinta kasih yang suci, jangan dipikirkan semua itu, semuanya Hak Allah, biarkan Dia saja yang mengaturnya, jangan kau tutup pintu hati untuk yang lain, terima pinangan lelaki yang shalih dan jangan sekali-kali kau menolaknya karena kau akan mendapat fitnah karenanya demikian sebagaimana yang dikatakan Nabi 14 abad yang lalu. Jangan mengorbankan diri pada hal yang sia-sia sahabatku" Demikian tulinya di Diari.

"Mungkinkah telah terlupa, Tuhan ada janjinya, bertemu dan perisah adalah matan kasihnya, andai ini ujian terangilah, tambah kesabaran, pergilah Jelita..Hadirlah cahaya......"

(Untukmu Teman-Broters)

Masih ada sejuta asa dan makna, yang akan tetap bercahaya, sahabat

"Lalu... bagaimana dengan cinta yang dulu pernah ada? Tanya hati kecilku

Laki-laki itu berkata " Biarkan cinta ini kukembalikan kepada pemilik-Nya. Dan tiadalah berdosa mencintai karena ini fitrah sebagai manusia, Sahabatku, di saat yang tepat nanti ALLAH telah menyiapkan pengeran cinta untukmu dan tentunya yang terbaik, biarlah airmata ini mengiringi doa perpisahan kita....Teruskan Perjuangan.....ALLAHU AKBAR!!

"Teman.......betapa pilunya hati ini, menghadapi perpisahan ini, pahit manis perjuangan telah kita rasa bersama, semoga ALLAH meridhai persahabatan dan perpisahan ini....teruskan perjuangan...."

(Doa Perpisahan-Broters)

"Kan Kuutus salam ingatanku dalam doa kudusku sepanjang waktu, ya ALLAH, bntulah hambamu, snyuman yang tersirat dibibirmu, menjadi ingatan setiap waktu, tanda kemesraan yang bersimpul padu kenangku di dalam doamu, semoga ALLAH berkatimu....."

(Doa Perpisahan-Broters)

Pesan:
" Sebuah Oretan Hati , semoga tulisan ini menjadi pengingat kita, terkadang persahabatan yang tidak di landasi syariat akan berbuah hubungan yang tidak di halalkan oleh syari’at, buat seorang sahabat yang pernah menjadi partner sejati dalam perjuangan dakwahku, teruskan perjuangan di kota kembang, dank u kan teruskan semangatmu di kota pelajar, jangan mengeluh dan temukan lagi sahabat baru yang lebih hebat dan jangan lupakan kita dan kenangan yang telah terjadi.

edited from : http://www.dudung.net/artikel-islami/biarlah-ku-kembalikan-cinta-ini-pada-nya.html (maaf agak banyak ngeditnya, agar sesuai dengan keadaan, hehe) Baca Selengkapnya...