de_er_es's blog

Selamat Datang di Coretan Sederhanaku
IP

Sabtu, 16 Februari 2013

Free Download Film Habibie Dan Ainun.




Sebuah kisah cinta sejati tidak lekang dimakan waktu sulit kita temui, sebuah kisah nyata bukan Romeo and juliet karangan william shakespeare dan bukan pula Laila majnun yang terkenal di india tapi ini kisah cinta abadi Habibie dan Ainun.


Sinopsis film Ainun Habibi :

Inilah Film kisah asmara BJ Habibie dengan istrinya, Ainun, diangkat dari buku karya mantan Presiden RI yang ke-tiga ini. film yang sangat menakjubkan. Adrie yang konon masih saudara dari Habibie ini, kudu ekstra kerja keras merampungkan film tersebut sebelum hari ulang tahun Ainun

Alkisah ada seorang yang bernama Rudy Habibie seorang jenius ahli pesawat terbang yang punya mimpi besarberbakti kepada bangsa Indonesia dengan membuat truk terbanguntuk menyatukan Indonesia.
Sedangkan Ainun adalah seorang dokter muda cerdas yang dengan jalur karir terbuka lebar untuknya. Pada masa 1962, 2 kawan SMP bertemu lagi di Bandung.

Habibie(peran utama) jatuh cinta pada Ainun yang baginya bidyadari. Tapi Ainun, dia tak hanya jatuh cinta, dia iman pada visidan mimpi Habibie. Mereka menikah dan terbang keJerman.Punya mimpi tak akan pernah mudah. Habibie dan Ainun tahu. Cinta mereka terbangun dalam perjalanan mewujudkan mimpi.

Dinginnya saljuJerman, pengorbanan, rasa sakit, kesendirian dan godaan harta dan kuasa mereka kembali ke Indonesia mengiringi perjalanan 2 hidup menjadii satu.Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun Habibi adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya.


untuk downloadnya bisa di sini

cara downloadnya:
  1. klik link diatas dan menuju ke http://adf.ly
  2. Lalu anda akan di Suruh menunggu selama 5 Detik di Pojok kanan atas
  3. dan Setelah 5 detik akan Muncul tulisan "SKIP AD"
  4. klik >>skip this>>  
  5. klik download
  6. klik >>skip this>>
  7. isikan captcha
  8. lalu enter 
  9. tunggu download dan selamat menikmati ^_^
Baca Selengkapnya...

Minggu, 27 Januari 2013

Daftar Penyesalan Terbesar dalam Hidup

Rencana menjenguk teman dekat yang sedang sakit keras tinggal rencana. Karena kesibukan yang padat, Anda sampai tak punya waktu menjenguknya. Akhirnya penyesalan tiba, saat sang teman sudah keburu dipanggil yang Maha Kuasa.

Itu mungkin hanya salah satu bentuk penyesalan yang banyak dialami orang. Namun sepanjang hidup ternyata banyak orang mengaku melakukan penyesalan terbesar dalam hidupnya.

Semua orang mungkin punya banyak penyesalan di kehidupan yang lalu. Tapi kita tidak dapat mengubah masa lalu, karena yang terpenting apa yang akan dilakukan dengan sisa hidup kita sehingga tidak lagi mengalami penyesalan di kemudian hari.

Berikut ini adalah daftar penyesalan terbesar yang sering dialami manusia seperti dikutip dari Forbes,Senin (22/10):

1. Bekerja terlalu banyak yang mengorbankan waktu keluarga dan persahabatan
Banyak orang menyadari dirinya bekerja terlalu berlebihan demi sebuah target. Setelah itu berjanji akan menebusnya di akhir pekan. Tapi karena Anda khawatir terhadap penilaian bos dan rekan kerja, lagi-lagi Anda lebih mementingkan pekerjaan ketimbang waktu bersama keluarga dan teman.

2. Mem-bully teman di sekolah 

Percaya atau tidak, anak-anak yang kerap mem-bully temannya di sekolah kelak kemudian hari banyak yang menyesal telah berbuat kejam ke temannya. Apalagi jika sang teman ternyata menjadi lebih baik atau malah menjadi bosnya yang membuat posisi akhirnya terbalik karena atasannya berbalas menghambat kariernya.

3. Putus kontak dengan teman semasa kecil atau remajaSemua orang mengalami satu masa di mana ia memiliki teman yang sangat dekat terutama di kala anak-anak dan remaja. Setiap hari terasa hampa kalau tidak bersama mereka. Namun begitu lulus sekolah, kadang orang terlalu takut mengubungi sahabatnya karena khawatir ia sibuk atau malah Anda tak punya kontaknya. Hingga akhirnya Anda merindukan waktu-waktu bersama sahabat namun Anda sudah begitu kehilangan kontak.

4. Putus cinta dengan kekasih sejati
Putus atau diputuskan oleh kekasih adalah roman yang paling menyedihkan dalam hidup manusia. Perasaan ini diketahui paling sulit dihapuskan karena sepanjang hidup Anda terus terbayang-bayang kenapa dulu tidak bersama dia.

5. Khawatir berlebihan tentang yang orang katakan
Sebagian besar dari kita terlalu fokus pada apa yang dipikirkan orang lain dan jadi cenderung jaim alias jaga image. Anda khawatir akan dihakimi oleh orang-orang sekitar Anda sehingga takut untuk menjadi diri sendiri dan selalu mengikuti apa kata orang. Kondisi ini akhirnya membuat orang menjadi tidak percaya diri.

6. Hidup dengan mengikuti cara orangtua

Berbakti dengan orangtua itu adalah wajib. Tapi terkadang saking tak ingin menyakiti hati orangtua, Anda menjalani hidup yang sebenarnya bukan hidup yang Anda inginkan. Parahnya, orangtua pun merasa Anda baik-baik saja karena Anda tak pernah mengungkapkan apa yang sebenarnya Anda inginkan.

7. Tidak mendapat pekerjaan impian

Karena suatu hal banyak orang yang bekerja karena tujuan materi bukan karena itu adalah pekerjaan impian Anda. Kelak di kemudian hari Anda akan menyesal tidak pernah mencoba mengejar pekerjaan impian Anda.

8. Terlalu serius menjalani hidupKebanyakan dari kita tidak tahu bagaimana harus bersenang-senang. Orang tidak lagi menemukan humor dalam hidupnya, kurang bercanda karena terus menjalani hidup yang serius. Padahal hal-hal konyol dan aneh dalam hidup adalah sesuatu yang membuat kita tersenyum. Jadi jangan terlalu serius menjalani hidup.

9. Tidak pernah mencoba berpetualang dengan jalan-jalan yang jauh Kebanyakan dari kita sudah cukup puas dengan tinggal bersama atau bermain-main dengan keluarga tanpa perlu berpetualang ke tempat yang jauh. Namun sebenarnya berpetualang ke tempat-tempat jauh kelak akan menjadi kenangan yang paling indah dan menyenangkan yang Anda rasakan selama hidup.

10. Gagal mendapatkan gelar sarjanaGelar sarjana memang bukan satu-satunya cara menghidupi diri. Tapi banyak orang yang menyesal karena semasa muda gagal mendapatkan gelar sarjana sebab menganggap sekolah bukan segala-galanya. Tapi saat tua, baru Anda menyadari sekolah adalah jalan terbaik membuka dunia yang lebih luas.

11. Malas belajar bahasa asingBelajar bahasa asing sepertinya sudah menjadi kewajiban di era saat ini. Namun banyak yang masih beranggapan belajar bahasa asing bukan hal yang utama. Bisa ditebak Anda akan menyesal karena sudah berumur tua tapi tak satu pun bahasa asing yang Anda kuasai.

12. Membiarkan pernikahan rusak

Saat ini mungkin lebih banyak orang yang memutuskan bercerai dari pada bertahan untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat. Padahal bercerai belum tentu jalan keluar yang baik. Banyak yang akhirnya menyesal terlalu emosional memilih bercerai ketimbang memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Padahal kita tahu dalam hati bahwa kita bisa berbuat lebih banyak.

13. Terlibat dalam kelompok pergaulan yang salah

Saat masih muda orang kerap kali melakukan kebodohan karena mudah dipengaruhi. Pertemanan dengan orang-orang yang salah akhirnya menjerumuskan ke dunia yang salah seperti narkoba, yang akhirnya membuat waktu Anda semasa muda terbuang percuma.

14. Tidak merawat kesehatan
Masa muda adalah masa hura-hura. Begitulah perilaku hidup yang banyak dilakukan orang muda. Terlibat dengan minuman beralkhol, merokok, makan-makanan yang tidak sehat hanya baru disadari saat Anda tua dan sakit-sakitan.
sumber: 
Baca Selengkapnya...

Rabu, 02 Januari 2013

Tahun Baru(ku) di Gaza

Senin , 31 Desember 2012.

Ini adalah akhir dari tahun 2012. Seperti biasanya, hampir di seluruh kota besar di Indonesia – bahkan di seluruh dunia – merayakan pergantian tahun ini  dengan gegap gempita dan euforia, begitu juga dengan kota ini (baca: Klaten). Langit berpijar diterangi warna-warni kembang api. Suasanya riuh dengan tiupan terompet, petasan, kembang api, tawa  dan nyanyian. Suasana dinginnya malam menjadi sesuatu yang semu ku rasa, menunggu datangnya tahun 2013.

Aku duduk sendiri di sudut taman yang penuh sesak oleh orang-orang yang ingin menyambut tahun 2013. Ini pertama kalinya aku keluar pada malam pergantian tahun. Bukan untuk merayakannya, hanya sekedar mengamati apa yang mereka lakukan di penghujung tahun ini. Semua ini jauh dari diriku, dan jauh pula dari Islam. Entah mengapa, aku merasa miris dan asing dengan semua ini.

Dalam ketermenunganku, entah mengapa pikiranku terbang ke Gaza. Terlihat langit Gaza, sama seperti di sini (baca: Klaten), yang berpijar diterangi warna-warni. Namun berbeda, jauh berbeda, warna-warni itu bukan kembang api tetapi percikan api misil-misil Zionis. Terdengar pula suara riuh, namun itu bukan tawa canda tetapi jerit tangis anak-anak dan wanita Gaza. Nyanyian tahun baru pun menjadi suara deru pesawat. Suara terompet Gaza adalah suara ambulans yang membawa korban dan jenazah. Suara menggelegar Gaza bukan lagi petasan, tetapi gemelegar bom, mortir, dan rentetan senapan Zionis la`natullah.

Gaza, tak ku lihat seorangpun tersenyum di sana, tak juga diriku. Semuanya begitu jelas, para pejuang itu bersimbah darah, tergeletak di tepi jalan. Anak-anak menangis dan wanita-wanita menjerit. Semua terbungkus dalam debur asap serangan Zionis. Asap menutupi seluruh Gaza dan mengantarku pulang ke Yogyakarta.

Semuanya terlihat begitu nyata, hingga saat aku sadar air mata sudah mengalir di pipiku. Menyesakkan. Aku ingin pulang meninggalkan tempat ini. Di sini kembang api yang mewarnai langit, tapi di Gaza percikan api misil lah yang mewarnai.
‎"Musik tahun baru kami adalah deru pesawat tempur, kembang api tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil Zionis." (Raed Samir, pemuda Gaza)

Untuk saudaraku di Palestina, maafkan kami yang baru bisa sekadar mendoakan dan menyisihkan sedikit harta kami. Semoga Allah memberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran kepada kalian hingga kemenangan begitu manis terasa oleh umat ini.

Baca Selengkapnya...

Sesama Muslim Bukanlah Rival



Seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lain.” (HR. Bukhari – Muslim).

            Begitu banyak Hadits Rasulullah SAW yang mengingatkan kepada umatnya tentang arti persaudaraan. Salah satunya seperti hadits di atas. Seharusnya, seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya itu ibarat sebuah bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lain. Namun pada kenyataannya, masih saja ada diantara kita yang saling menyakiti, saling merendahkan, bahkan mungkin saling menjatukan satu sama lain. Astaghfirullah.. Coba sekali lagi kita ingat firman Allah:
“… dan (Allah) Dia-lah Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfaal [8] : 63) 

            Sungguh, memang begitulah adanya. Ukhuwah adalah anugrah dari Allah yang tak ternilai harganya, walaupun kita membelanjakan semua kekayaan yang ada di bumi. Karena sungguh, Allah-lah yang dapat menyatukan hati-hati kita. Lantas, mengapa masih ada saja diantara kita, umat muslim, yang berselisih?

            Bisa jadi selama ini kita merasa diri sudah beriman, paling shaleh, dan merasa sudah menjalankan sunnah-Nya. Sementara kita tidak menyadari bahwa sejatinya kita tengah merendahkan martabat sesama muslim, selalu berprangsaka tidak baik dan menggunjing keburukan saudara kita. Mungkin kita perlu mengingat kembali sabda Rasulullah saw: “Tidak beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim dari Anas ra). Karena itu, seseorang belum dapat dikatakan bertakwa sebelum ia mencintai saudaranya. “Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (QS. az-Zukhruf: 67).

            Ada sebuah kisah yang menarik untuk disimak dari riwayat ini. Dari ‘Itban bin Malik, ia berkata, “Pada sebuah kunjungan, beliau mengerjakan shalat di rumah kami. Seusai shalat beliau bertanya, “Dimana gerangan Malik bin ad-Dukhsyum? Ada seorang yang menyahut, “Dia adalah seorang munafik, tidak mencintai Allah dan Rasulnya!” Rasulullah segera menegur seraya berkata: “Jangan ucapkan demikian, bukankah kamu mengetahui dia telah mengucapkan kalimat syahadat La ilaha illallah? Semata-mata mengharapkan pahala melihat ‘wajah’ Allah? Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaha illallah semata-mata mengharapkan pahala melihat ‘wajah’ Allah. Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka setiap orang yang mengucapkan Laa ilaha illallah semata-mata mengharapkan pahala melihat ‘wajah’ Allah.(Muttafaq’ alaih)
Sangat tidak dibenarkan, seorang muslim memberi kesaksian palsu mengenai perilaku saudaranya yang tidak terbukti kebenarannya.

            Sesungguhnya sesama saudara muslim bukanlah rival. Islam justru mengajarkan kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Ketika persaingan terjadi, seringkali kita terpeleset, hingga akhirnya kita menebar cela dan cacat saudara kita, bahkan mungkin sampai terpikir untuk menghancurkan kredibilitasnya. Naudzubillah..

            Mari kita ingat kembali, firman Allah dalam Al-Hujuraat ayat 11-12: “….Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (pangilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. al-Hujuraat: 11-12).

            Sungguh, betapa mengerikan perumpamaan orang-orang yang menggunjing sebagian yang lain. Bukankah seharusnya kita menutup segala aibnya di masa lalu?  Teringat sebuah hadits,“Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari Kiamat. Barangsiapa menutup aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di Hari Kiamat. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (HR. Muslim).

            Lantas, bagimana dengan perselisihan yang sering terjadi di tubuh umat muslim saat ini? Terjadinya konflik juga berbagai pertentangan hingga mengakibatkan permusuhan diantara sesama kaum muslimin bisa jadi karena diantara kita lupa akan pegangan yang sesungguhnya yaitu Qur’an dan Sunah. Bisa juga terjadi akibat dosa salah satu diantaranya. Langkah yang harus dilakukan adalah intropeksi diri, mungkin saja perselisihan ini terjadi akibat frekuensi keimanan diantara umat muslim yang tak sama. Atau mungkin akibat dosa-dosa yang telah kita lakukan kepada Allah.Astaghfirullah..

            Maka, ketika kita melihat perselisihan diantara kaum muslimin, Rasulullah saw mengajari kita untuk mendamaikan, bukan malah mengadu domba hingga menjadikan perselisihan semakin hebat. “Takutlah kamu kepada Allah dan damaikanlah persengketaan diantara kamu itu.” (QS. al-anfal:1)

Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping Baca Selengkapnya...

Makna Sebuah Titipan

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan-Nya
Bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
bahwa hartaku hanya titipan-Nya.

Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?

Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan.

Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:"aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku."

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku" dan menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku.

Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja."


Alm. Willibrordus Surendra Broto Rendra
Baca Selengkapnya...

sekedar mengingatkan

Rasulullah bersabda, “Wahai iblis, berapakah musuhmu dari umat Muhammad?”

Musuhku yang dari umatmu ada lima belas golongan, yaitu :
1.Kamu, Muhammad, musuhku yang paling besar 
2.Imam yang adil 
3.Orang kaya yang tawadhuk 
4.Pedagang yang jujur 
5.Orang alim yang sholat dengan khusyuk 
6.Orang mukmin yang memberikan nasihat 
7.Orang mukmin yang mempererat tali persaudaraan
8.Orang yang bertobat dan menetapi tobatnya
9.Orang yang berhati-hati menjauhi barang haram
10.Orang mukmin yang menjaga kesuciannya
11.Orang mukmin yang banyak bersedekah
12.Orang mukmin yang baik akhlaknya
13.Orang mukmin yang hidupnya bermanfaat untuk orang lain
14.Orang yang hafal AlQuran dan menjaga hafalannya
15.Orang yang shalat malam di kala manusia sedang tidur”, jawab iblis

Kemudian beliau bertanya lagi, “Siapa saja yang menjadi temanmu dari umatku?”

Jawab iblis, “Umatmu yang menjadi teman dan sahabatku ada sepuluh golongan. Mereka adalah :
1.Hakim yang durhaka (tidak mau menegakkan keadilan) dan penguasa yang zalim
2.Orang kaya yang takabur
3.Pedagang yang khianat
4.Peminum kamr dan penjudi
5.Tukang fitnah
6.Orang riya
7.Orang yang memakan harta anak yatim
8.Orang yang meremehkan shalat
9.Orang yang tidak mau berzakat
10.Orang yang panjang angan-angan
Baca Selengkapnya...

JIKALAH PADA AKHIRNYA

Jikalah derita menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa
sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah kesedihan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa tidak dinikmati saja
sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa
sedang ketabahan dan kesadaran adalah lebih utama.

Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti diumbar sepuas rasa
sedang menahan diri lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti tenggelam didalamnya
Sedang taubat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri
Sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.

Jikalah kepandaian menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa meski membusung dada
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.

Jikalah cinta menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama
Sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti.

Jikalah kebahagiaan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka
Sedang begitu banyak kebaikan yang bisa dicipta.       

Suatu hari nanti, saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin ada di antara mereka yang bertelekan di antara permadani sambil bercengkrama dengan tetangganya, saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu hingga mereka mendapat anugrah itu.
(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur dan bersabar Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja dan Cuma seujung kuku, disbanding segala nikmat yang kuterima disini).
(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak akan mengulang lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata, ampunan-NYA seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia).

Suatu hari nanti, ketika semua telah mnejadi masa lalu, aku tak ingin berada di antara mereka yang berpeluh darah dan berkeluh kesah : Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.
(Duhai harta yang dulu aku kumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu tak kubuat menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkanku kini).
(Duhai derita, kecewa, dan luka yang ku jalani, ternyata hanya sekejap saja dibandingkan sengsara yang harus ku arungi kini. Mengapa dulu tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua).
Baca Selengkapnya...