Rencana menjenguk teman dekat yang sedang sakit keras tinggal rencana. Karena kesibukan yang padat, Anda sampai tak punya waktu menjenguknya. Akhirnya penyesalan tiba, saat sang teman sudah keburu dipanggil yang Maha Kuasa.
Itu mungkin hanya salah satu bentuk penyesalan yang banyak dialami orang. Namun sepanjang hidup ternyata banyak orang mengaku melakukan penyesalan terbesar dalam hidupnya.
Semua orang mungkin punya banyak penyesalan di kehidupan yang lalu. Tapi kita tidak dapat mengubah masa lalu, karena yang terpenting apa yang akan dilakukan dengan sisa hidup kita sehingga tidak lagi mengalami penyesalan di kemudian hari.
Berikut ini adalah daftar penyesalan terbesar yang sering dialami manusia seperti dikutip dari Forbes,Senin (22/10):
1. Bekerja terlalu banyak yang mengorbankan waktu keluarga dan persahabatan
Banyak orang menyadari dirinya bekerja terlalu berlebihan demi sebuah target. Setelah itu berjanji akan menebusnya di akhir pekan. Tapi karena Anda khawatir terhadap penilaian bos dan rekan kerja, lagi-lagi Anda lebih mementingkan pekerjaan ketimbang waktu bersama keluarga dan teman.
2. Mem-bully teman di sekolah
Percaya atau tidak, anak-anak yang kerap mem-bully temannya di sekolah kelak kemudian hari banyak yang menyesal telah berbuat kejam ke temannya. Apalagi jika sang teman ternyata menjadi lebih baik atau malah menjadi bosnya yang membuat posisi akhirnya terbalik karena atasannya berbalas menghambat kariernya.
3. Putus kontak dengan teman semasa kecil atau remajaSemua orang mengalami satu masa di mana ia memiliki teman yang sangat dekat terutama di kala anak-anak dan remaja. Setiap hari terasa hampa kalau tidak bersama mereka. Namun begitu lulus sekolah, kadang orang terlalu takut mengubungi sahabatnya karena khawatir ia sibuk atau malah Anda tak punya kontaknya. Hingga akhirnya Anda merindukan waktu-waktu bersama sahabat namun Anda sudah begitu kehilangan kontak.
4. Putus cinta dengan kekasih sejati
Putus atau diputuskan oleh kekasih adalah roman yang paling menyedihkan dalam hidup manusia. Perasaan ini diketahui paling sulit dihapuskan karena sepanjang hidup Anda terus terbayang-bayang kenapa dulu tidak bersama dia.
5. Khawatir berlebihan tentang yang orang katakan
Sebagian besar dari kita terlalu fokus pada apa yang dipikirkan orang lain dan jadi cenderung jaim alias jaga image. Anda khawatir akan dihakimi oleh orang-orang sekitar Anda sehingga takut untuk menjadi diri sendiri dan selalu mengikuti apa kata orang. Kondisi ini akhirnya membuat orang menjadi tidak percaya diri.
6. Hidup dengan mengikuti cara orangtua
Berbakti dengan orangtua itu adalah wajib. Tapi terkadang saking tak ingin menyakiti hati orangtua, Anda menjalani hidup yang sebenarnya bukan hidup yang Anda inginkan. Parahnya, orangtua pun merasa Anda baik-baik saja karena Anda tak pernah mengungkapkan apa yang sebenarnya Anda inginkan.
7. Tidak mendapat pekerjaan impian
Karena suatu hal banyak orang yang bekerja karena tujuan materi bukan karena itu adalah pekerjaan impian Anda. Kelak di kemudian hari Anda akan menyesal tidak pernah mencoba mengejar pekerjaan impian Anda.
8. Terlalu serius menjalani hidupKebanyakan dari kita tidak tahu bagaimana harus bersenang-senang. Orang tidak lagi menemukan humor dalam hidupnya, kurang bercanda karena terus menjalani hidup yang serius. Padahal hal-hal konyol dan aneh dalam hidup adalah sesuatu yang membuat kita tersenyum. Jadi jangan terlalu serius menjalani hidup.
9. Tidak pernah mencoba berpetualang dengan jalan-jalan yang jauh Kebanyakan dari kita sudah cukup puas dengan tinggal bersama atau bermain-main dengan keluarga tanpa perlu berpetualang ke tempat yang jauh. Namun sebenarnya berpetualang ke tempat-tempat jauh kelak akan menjadi kenangan yang paling indah dan menyenangkan yang Anda rasakan selama hidup.
10. Gagal mendapatkan gelar sarjanaGelar sarjana memang bukan satu-satunya cara menghidupi diri. Tapi banyak orang yang menyesal karena semasa muda gagal mendapatkan gelar sarjana sebab menganggap sekolah bukan segala-galanya. Tapi saat tua, baru Anda menyadari sekolah adalah jalan terbaik membuka dunia yang lebih luas.
11. Malas belajar bahasa asingBelajar bahasa asing sepertinya sudah menjadi kewajiban di era saat ini. Namun banyak yang masih beranggapan belajar bahasa asing bukan hal yang utama. Bisa ditebak Anda akan menyesal karena sudah berumur tua tapi tak satu pun bahasa asing yang Anda kuasai.
12. Membiarkan pernikahan rusak
Saat ini mungkin lebih banyak orang yang memutuskan bercerai dari pada bertahan untuk memperbaiki kesalahan yang pernah dibuat. Padahal bercerai belum tentu jalan keluar yang baik. Banyak yang akhirnya menyesal terlalu emosional memilih bercerai ketimbang memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan. Padahal kita tahu dalam hati bahwa kita bisa berbuat lebih banyak.
13. Terlibat dalam kelompok pergaulan yang salah
Saat masih muda orang kerap kali melakukan kebodohan karena mudah dipengaruhi. Pertemanan dengan orang-orang yang salah akhirnya menjerumuskan ke dunia yang salah seperti narkoba, yang akhirnya membuat waktu Anda semasa muda terbuang percuma.
14. Tidak merawat kesehatan
Masa muda adalah masa hura-hura. Begitulah perilaku hidup yang banyak dilakukan orang muda. Terlibat dengan minuman beralkhol, merokok, makan-makanan yang tidak sehat hanya baru disadari saat Anda tua dan sakit-sakitan.
sumber:
Baca Selengkapnya...
Minggu, 27 Januari 2013
Daftar Penyesalan Terbesar dalam Hidup
Rabu, 02 Januari 2013
Tahun Baru(ku) di Gaza
Senin , 31 Desember 2012.
Ini adalah akhir dari tahun 2012. Seperti biasanya, hampir di seluruh kota
besar di Indonesia – bahkan di seluruh dunia – merayakan pergantian tahun ini
dengan gegap gempita dan euforia, begitu juga dengan kota ini (baca: Klaten).
Langit berpijar diterangi warna-warni kembang api. Suasanya riuh dengan tiupan
terompet, petasan, kembang api, tawa dan nyanyian. Suasana dinginnya
malam menjadi sesuatu yang semu ku rasa, menunggu datangnya tahun 2013.
Aku duduk sendiri di sudut taman yang penuh sesak oleh orang-orang yang
ingin menyambut tahun 2013. Ini pertama kalinya aku keluar pada malam
pergantian tahun. Bukan untuk merayakannya, hanya sekedar mengamati apa yang
mereka lakukan di penghujung tahun ini. Semua ini jauh dari diriku, dan jauh
pula dari Islam. Entah mengapa, aku merasa miris dan asing dengan semua ini.
Dalam ketermenunganku, entah mengapa pikiranku terbang ke Gaza. Terlihat
langit Gaza, sama seperti di sini (baca: Klaten), yang berpijar diterangi
warna-warni. Namun berbeda, jauh berbeda, warna-warni itu bukan kembang api
tetapi percikan api misil-misil Zionis. Terdengar pula suara riuh, namun itu
bukan tawa canda tetapi jerit tangis anak-anak dan wanita Gaza. Nyanyian tahun
baru pun menjadi suara deru pesawat. Suara terompet Gaza adalah suara ambulans
yang membawa korban dan jenazah. Suara menggelegar Gaza bukan lagi petasan,
tetapi gemelegar bom, mortir, dan rentetan senapan Zionis la`natullah.
Gaza, tak ku lihat seorangpun tersenyum di sana, tak juga diriku. Semuanya
begitu jelas, para pejuang itu bersimbah darah, tergeletak di tepi jalan.
Anak-anak menangis dan wanita-wanita menjerit. Semua terbungkus dalam debur
asap serangan Zionis. Asap menutupi seluruh Gaza dan mengantarku pulang ke
Yogyakarta.
Semuanya terlihat begitu nyata, hingga saat aku sadar air mata sudah
mengalir di pipiku. Menyesakkan. Aku ingin pulang meninggalkan tempat ini. Di
sini kembang api yang mewarnai langit, tapi di Gaza percikan api misil lah yang
mewarnai.
"Musik tahun baru kami adalah deru pesawat tempur, kembang api
tahun baru kami adalah percikan-percikan sinar dari misil-misil Zionis."
(Raed Samir, pemuda Gaza)
Untuk saudaraku di Palestina, maafkan kami yang baru bisa sekadar mendoakan
dan menyisihkan sedikit harta kami. Semoga Allah memberikan kekuatan, ketabahan
dan kesabaran kepada kalian hingga kemenangan begitu manis terasa oleh umat
ini.
Baca Selengkapnya...
Sesama Muslim Bukanlah Rival
“Seorang mukmin terhadap mukmin yang
lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lain.” (HR.
Bukhari – Muslim).
Begitu banyak Hadits Rasulullah SAW yang mengingatkan
kepada umatnya tentang arti persaudaraan. Salah satunya seperti hadits
di atas. Seharusnya, seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya itu
ibarat sebuah bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lain.
Namun pada kenyataannya, masih saja ada diantara kita yang saling
menyakiti, saling merendahkan, bahkan mungkin saling menjatukan satu
sama lain. Astaghfirullah.. Coba sekali lagi kita ingat firman
Allah:
“… dan (Allah) Dia-lah Yang mempersatukan hati mereka
(orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan)
yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati
mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya
Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Anfaal [8] : 63)
Sungguh, memang begitulah adanya. Ukhuwah adalah anugrah
dari Allah yang tak ternilai harganya, walaupun kita membelanjakan semua
kekayaan yang ada di bumi. Karena sungguh, Allah-lah yang dapat
menyatukan hati-hati kita. Lantas, mengapa masih ada saja diantara kita,
umat muslim, yang berselisih?
Bisa jadi selama ini kita merasa diri sudah beriman,
paling shaleh, dan merasa sudah menjalankan sunnah-Nya. Sementara kita
tidak menyadari bahwa sejatinya kita tengah merendahkan martabat sesama
muslim, selalu berprangsaka tidak baik dan menggunjing keburukan saudara
kita. Mungkin kita perlu mengingat kembali sabda Rasulullah saw: “Tidak
beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti
dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim dari
Anas ra). Karena itu, seseorang belum dapat dikatakan bertakwa sebelum
ia mencintai saudaranya. “Teman-teman karib pada hari itu saling
bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa.” (QS.
az-Zukhruf: 67).
Ada sebuah kisah yang menarik untuk disimak dari riwayat
ini. Dari ‘Itban bin Malik, ia berkata, “Pada sebuah kunjungan, beliau
mengerjakan shalat di rumah kami. Seusai shalat beliau bertanya, “Dimana
gerangan Malik bin ad-Dukhsyum? Ada seorang yang menyahut, “Dia adalah
seorang munafik, tidak mencintai Allah dan Rasulnya!” Rasulullah segera
menegur seraya berkata: “Jangan ucapkan demikian, bukankah kamu
mengetahui dia telah mengucapkan kalimat syahadat La ilaha illallah?
Semata-mata mengharapkan pahala melihat ‘wajah’ Allah? Sesungguhnya
Allah telah mengharamkan atas neraka setiap orang yang mengucapkan Laa
ilaha illallah semata-mata mengharapkan pahala melihat ‘wajah’ Allah.
Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas neraka setiap orang yang
mengucapkan Laa ilaha illallah semata-mata mengharapkan pahala melihat
‘wajah’ Allah.(Muttafaq’ alaih)
Sangat tidak dibenarkan, seorang muslim memberi kesaksian palsu
mengenai perilaku saudaranya yang tidak terbukti kebenarannya.
Sesungguhnya sesama saudara muslim bukanlah rival. Islam
justru mengajarkan kita untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul
khairat). Ketika persaingan terjadi, seringkali kita terpeleset,
hingga akhirnya kita menebar cela dan cacat saudara kita, bahkan mungkin
sampai terpikir untuk menghancurkan kredibilitasnya. Naudzubillah..
Mari kita ingat kembali, firman Allah dalam Al-Hujuraat
ayat 11-12: “….Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan
janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk
panggilan adalah (pangilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan
barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. Wahai
orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya
sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan
orang lain, dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian
yang lain. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya
yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah,
sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (QS. al-Hujuraat:
11-12).
Sungguh, betapa mengerikan perumpamaan
orang-orang yang menggunjing sebagian yang lain. Bukankah seharusnya
kita menutup segala aibnya di masa lalu? Teringat sebuah hadits,“Barangsiapa
menghilangkan kesusahan seorang muslim, niscaya Allah akan
menghilangkan satu kesusahannya di hari Kiamat. Barangsiapa menutup aib
seorang muslim, niscaya Allah akan menutup aibnya di Hari Kiamat. Allah
selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya.” (HR.
Muslim).
Lantas, bagimana dengan perselisihan yang sering terjadi
di tubuh umat muslim saat ini? Terjadinya konflik juga berbagai
pertentangan hingga mengakibatkan permusuhan diantara sesama kaum
muslimin bisa jadi karena diantara kita lupa akan pegangan yang
sesungguhnya yaitu Qur’an dan Sunah. Bisa juga terjadi akibat dosa salah
satu diantaranya. Langkah yang harus dilakukan adalah intropeksi diri,
mungkin saja perselisihan ini terjadi akibat frekuensi keimanan diantara
umat muslim yang tak sama. Atau mungkin akibat dosa-dosa yang telah
kita lakukan kepada Allah.Astaghfirullah..
Maka, ketika kita melihat perselisihan diantara kaum
muslimin, Rasulullah saw mengajari kita untuk mendamaikan, bukan malah
mengadu domba hingga menjadikan perselisihan semakin hebat. “Takutlah
kamu kepada Allah dan damaikanlah persengketaan diantara kamu itu.” (QS.
al-anfal:1)
Karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
Saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
Saat pemberian bagai bara api, saat kebaikan justru melukai
Aku tahu, yang rombeng bukan ukhuwah kita
Hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau mengerdil
Mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
Tentu lebih sering, imankulah yang compang-camping
Baca Selengkapnya...
Makna Sebuah Titipan
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan-Nya
Bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
bahwa hartaku hanya titipan-Nya.
Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan.
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:"aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku."
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku" dan menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku.
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah.
"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja."
Alm. Willibrordus Surendra Broto Rendra
sekedar mengingatkan
Rasulullah bersabda, “Wahai iblis, berapakah musuhmu dari umat
Muhammad?”
“Musuhku yang dari umatmu ada lima belas golongan,
yaitu :
1.Kamu, Muhammad, musuhku yang paling besar
2.Imam yang adil
3.Orang kaya yang tawadhuk
4.Pedagang yang jujur
5.Orang alim yang sholat dengan khusyuk
6.Orang mukmin yang memberikan nasihat
7.Orang mukmin yang mempererat tali persaudaraan
8.Orang yang bertobat dan menetapi tobatnya
9.Orang yang berhati-hati menjauhi barang haram
10.Orang mukmin yang menjaga kesuciannya
11.Orang mukmin yang banyak bersedekah
12.Orang mukmin yang baik akhlaknya
13.Orang mukmin yang hidupnya bermanfaat untuk orang lain
14.Orang yang hafal AlQuran dan menjaga hafalannya
15.Orang yang shalat malam di kala manusia sedang tidur”, jawab
iblis
Kemudian beliau bertanya lagi, “Siapa saja yang menjadi temanmu dari
umatku?”
Jawab iblis, “Umatmu yang menjadi teman dan sahabatku ada
sepuluh golongan. Mereka adalah :
1.Hakim yang durhaka (tidak mau menegakkan keadilan) dan penguasa
yang zalim
2.Orang kaya yang takabur
3.Pedagang yang khianat
4.Peminum kamr dan penjudi
5.Tukang fitnah
6.Orang riya
7.Orang yang memakan harta anak yatim
8.Orang yang meremehkan shalat
9.Orang yang tidak mau berzakat
10.Orang yang panjang angan-angan
Baca Selengkapnya...
JIKALAH PADA AKHIRNYA
Jikalah derita menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa
sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.
Jikalah kesedihan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa tidak dinikmati saja
sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.
Jikalah luka kecewa akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa
sedang ketabahan dan kesadaran adalah lebih utama.
Jikalah benci dan marah akan menjadi masa lalu pada akhirnya
maka mengapa mesti diumbar sepuas rasa
sedang menahan diri lebih berpahala.
Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti tenggelam didalamnya
Sedang taubat itu lebih utama.
Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri
Sedang kedermawanan justru akan melipatgandakannya.
Jikalah kepandaian menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa meski membusung dada
Sedang dengannya manusia diminta memimpin dunia.
Jikalah cinta menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama
Sedang memberi akan lebih banyak memiliki arti.
Jikalah kebahagiaan akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti dirasakan sendiri
Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna.
Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya
Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka
Sedang begitu banyak kebaikan yang bisa dicipta.
Suatu hari nanti, saat semua telah menjadi masa lalu, aku ingin ada
di antara mereka yang bertelekan di antara permadani sambil bercengkrama
dengan tetangganya, saling bercerita tentang apa yang telah
dilakukannya di masa lalu hingga mereka mendapat anugrah itu.
(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha
senantiasa bersyukur dan bersabar Dan ternyata, derita itu hanya
sekejap saja dan Cuma seujung kuku, disbanding segala nikmat yang
kuterima disini).
(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat
dan tak akan mengulang lagi hingga maut menghampiri. Dan ternyata,
ampunan-NYA seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia).
Suatu hari nanti, ketika semua telah mnejadi masa lalu, aku tak ingin
berada di antara mereka yang berpeluh darah dan berkeluh kesah : Andai
di masa lalu mereka adalah tanah saja.
(Duhai harta yang dulu aku kumpulkan sepenuh raga, ilmu yang kukejar
setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti. Mengapa dulu
tak kubuat menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkanku kini).
(Duhai derita, kecewa, dan luka yang ku jalani, ternyata hanya
sekejap saja dibandingkan sengsara yang harus ku arungi kini. Mengapa
dulu tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua).
Baca Selengkapnya...
MERUBAH CINTA MENJADI KASIH
Jangan pernah katakan cinta
Jika kamu tidak pernah peduli
...
Jangan bicara tentang perasaan
Jika rasa itu tidak pernah ada
Jangan pernah genggam jemari
Jika berniat membuat patah hati
Jangan pernah katakan selamanya
Jika berniat untuk berpisah
Jangan pernah menatap mataku
Jika yang kamu ucapkan adalah kebohongan
Jangan pernah ucapkan "Halo"
Jika berniat mengucapkan "Selamat Tinggal"
Jangan pernah bilang kalau "Akulah satu-satunya"
Jika kamu mengimpikan yang lainnya
Jangan pernah mengunci hatiku
Jika kamu tidak punya kuncinya
Cinta itu akan menjadi kematian bagimu,
kalau kamu...terperangkap olehnya.
Cinta bagai misteri datang dan pergi tanpa permisi.
Kamu tak perlu mencarinya...
Karena cinta akan datang pada waktu yang tepat.
Kamu tak dapat membelinya karena harga sebuah cinta sangatlah mahal
Cinta akan lahir pada saat yang tepat tanpa kita ketahui kapan,
dan tanpa kita ketahui kepada siapa.
Jika suatu hari pasangan anda mengatakan "Aku tak mencintaimu lagi",
susah bagi sebagian orang..Biarkan berlalu karena cinta tak dapat
dipaksakan.
Jika cinta dipaksakan cinta tersebut layaknya akan dapat meledak
menjadi kebencian.
Cinta akan datang kembali kepada kamu suatu waktu,
Entah kapan... pokoknya pada waktu yang tepat menurut ukuran Allah.
Allah tak akan membiarkan kamu sendirian.
Allah tak akan membiarkan kamu sendirian.
Percaya dan Yakinkan itu...
Lalu bagaimana dengan perasaan kamu kalo kamu ditinggal oleh cinta ?
Simpanlah dalam-dalam cinta tersebut.
Kenanglah sebagai bagian dari pengalaman hidupmu.
Menangislah jika perlu.
Berbahagialah karena anda pernah dicintai,
Berbahagia karena cinta pernah ada di hatimu.
Dan instropeksi akan kekurangan kita.
Bagi yang cowok...
Jangan pernah jadikan kecantikan sebagai ukuran kamu untuk mencintai
seseorang
karena akan sangat gampang sekali membuat cinta terus menguasai
dirimu.
Tapi pandanglah jauh ke depan dan pikirkan baik-baik
karena semua akan menyangkut masa depanmu.
Bagi yang cewek...
jadikan uang, kedudukan dan segala yang fana jadi titik point dari
Cintamu..
karena akan sangat gampang sekali uang, kedudukan dan segala yang
fana akan membutakan cintamu.Seolah-olah engkau hanya cinta akan uang,
kedudukan dan segala yang fana daripada kamu sendiri merasakan cinta
itu
Bagaimana jika cinta hilang dalam sebuah perkawinan ?
Dalam suatu perkawinan, cinta adalah cinta yang harus
dipertanggungjawabkan..
kepada Tuhan dan kepada suami/istri dan kepada anak (jika ada).
Kamu nggak bisa pergi begitu saja dengan mengatakan "Aku tak
mencintai kamu lagi."
Dalam sebuah perkawinan
"ANDA" adalah dua menjadi satu
"ANDA" adalah suami/istri dan kamu sendiri.
Jangan turuti kemauan anda tapi turuti kemauan "ANDA".
Bagi anda yang mencintai, ubahlah makna cinta menjadi KASIH.
Cinta itu bersemayam di dalam hati (bukan di otak atau pikiran),
jika hati anda penuh dengan kasih, cinta tak akan pernah hilang dari
diri anda.
Kasih itu sabar ;
Kasih tidak cemburu ;
Kasih menerima apa adanya dan memberi yang ada ;Kasih itu komitmen..
sehingga seseorang yang memiliki kasih tak akan melupakan cintanya ;
Kasih itu mengampuni dan memaafkan :
Kasih adalah Cinta Sejati karena berasal dari Tuhan.
Tanamkan Kasih di hati anda sejak awal maka Cinta anda tak akan
hilang
Tanamkan kasih maka kamu akan bertahan...
Jika kekasihmu mengatakan, "Aku tak mencintaimu lagi"
Berat memang, apalagi jika kita masih mengasihi dia.
Jika kamu dan pasangan kamu memiliki kasih,
kamu berdua boleh mengatakan : "Orang ketiga ? Siapa takutttt"
Segala perubahan butuh waktu.
Baca Selengkapnya...



