de_er_es's blog

Selamat Datang di Coretan Sederhanaku
IP

Kamis, 13 September 2012

“4 RUMUS CANGGIH meraih kebahagiaan “Hidup” dunia dan akhirat”

“4 RUMUS CANGGIH meraih kebahagiaan “Hidup” dunia dan akhirat” disusun oleh YAYAT RUHYADI
Suatu hari di bulan Ramadhan saya melakukan tadarus Al-qur’an yang
kemudia diselingi dengan membaca sebuah buku yang berjudul “Kumpulan Hadits
Rasulullah Saw.” Tanpa sengaja saya tersentak ketika sampai kepada hadits yang
berbunyi :
“Sampaikanlah walau hanya satu ayat…”
Hadits di atas merupakan hadits yang menyuruh kita untuk menyampai
kebenaran dari Allah Swt, walaupun itu hanya satu ayat.
Oleh karena itu, saya selaku seorang muslim, walaupun dengan pengetahuan
dan ilmu yang pas-pasan ingin mencoba untuk menyampaikan beberapa hal yang
mudah-mudahan bisa bermanfaat untuk para pembaca sekalian.
Selamat Membaca.. Mempelajari dan Mempraktekkannya….
Tulisan ini saya beri judul Hidup Indah dengan “Rumus Canggih”. Anda
mungkin pernah memimpikan untuk hidup bergelimangan harta, hidup dalam
kemewahan, memiliki istri yang cantik, anak-anak yang baik, mobil yang canggih
serta segala harta dunia lainnya yang rasanya begitu nikmat jika bisa kita miliki.
Namun, sesungguhnya, semua itu tidak bisa menjamin orang yang memilikinya
merasakan kebahagiaan ataupun keindahan hidup yang sesungguhnya.
Oleh karena itu, ebook ini tidak membahas bagaimana cara mengumpulkan
kekayaan, tidak membahas cara mencari pasangan idaman, tidak membahas
apapun yang sekilas enak dinikmati tetapi sebagian besar isinya membahas tentang
bagaimana meraih kebahagiaan “Hidup” dunia dan akhirat dengan rumus-rumus
canggih yang mungkin belum pernah Anda sadari sebelumnya.
Inilah dia “Rumus Canggih” yang saya maksud :
1. BERDO’A
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-
Ku, niscaya akan Kukabulkan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang
menyombongkan diri dari menyembah-Ku
akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan
hina dina.” [QS. 40 : 60]
Ayat Al-Qur’an di atas merupakan ayat motivator maha dahsyat untuk manusia
agar tidak putus asa untuk berdo’a dan meminta sesuatu. Apapun keinginan
Anda, jangan ragu untuk memintanya kepada Dzat yang memilikinya, yaitu Allah
Swt, dan yakinlah bahwa do’a yang Anda panjatkan pasti dikabulkanNya.
Anda ingin pekerjaan, Anda ingin jodoh, Anda ingin kendaraan, Anda ingin pintar
atau apapun keinginan Anda boleh Anda ajukan kepadaNya.
• TATA KRAMA DALAM BERDO’A
Tetapi, sebelum itu Anda harus memahami dulu tata krama supaya Do’a Anda
bisa dikabulkan, tata krama dalam berdoa yang dicontohkan oleh Rosulullah
SAW dalam banyak hadis yang sahih.
Berikut hadis-hadis tersebut.
1. Mengangkat kedua telapak tangan dan mengusapkannya ke wajah, seusai
berdo’a.
2. Berkonsentrasi diri dengan hati yang yakin, bahwa do’anya akan dikabulkan.
3. Mengawali do’a dengan ucapan hamdalah dan shalawat. Dan, menyelingi
serta menyudahinya dengan membaca sholawat.
4. Mengakhiri dengan ucapan Amiin.
5. Dengan tenang, dan suara pelan- tidak keras-keras, menundukkan kepala.
6. Memakai kalimat yang singkat, tapi dalam (luas) maknanya,.
7. Mengulangi doa dan membaca istighfar 3x.
8. Jangan meminta segera terkabul.
9. Jangan berdo’a soal keburukan.
10.Memulai dengan diri sendiri, baru untuk orang lain.
• KAPAN DO’A TERKABUL
Menurut beberapa hadist, ternyata ada waktu-waktu tertentu, di mana do’a bisa
terkabul. Yakni:
1. Di antara Adzan dan iqamah
2. Di saat Sujud
3. Dalam bepergian, dan di saat dizalimi orang.
4. Waktu datang ajakan untuk berperang, saat berperang dan di waktu hujan.
Berdo’alah kepada Allah swt. secara terus menerus dengan penuh kecintaan dan
Ridha kepada-Nya. Diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, bahwa beliau
bersabda:
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berdoa dengan mendesak
secara terus menerus.”
Disebutkan pula dalam hadist yang lain, bahwa malaikat Jibril berkata kepada
Allah swt:
“Wahai Tuhanku, perkenankanlah hajat si Fulan.
Allah swt berfirman:
“Biarkan hamba-Ku (itu terus berdoa), sesungguhnya Aku senang mendengar
suaranya.”
Hadist tersebut mengandung pengertian bahwa di antara manusia ada orang
yang segera dikabulkan doa’nya dan memperoleh apa yang diminta, Karena
Allah tidak suka mendengar suaranya. Demikian menurut sahabat Anas bin
Malik. Dan kontek ini pula ada riwayat yang mengatakan:
“Oleh sebab itu, seharusnya seorang hamba merasa takut, kalau hal itu terjadi
pada dirinya, karena sikapnya ketika berdo’a, tergesa-gesa minta segera
dikabulkan.
Terkadang ijabah (pengabulan doa) terkait erat dengan syarat-syarat yang tidak
diketahui oleh orang yang berdo’a. Sehingga ijabah menjadi tertunda, karena
tidak adanya syarat yang menyertainya. Yang demikian itu, seperti adanya
kondisi yang sangat terpaksa dan benar-benar dalam kesulitan.
2. INGATLAH, ALLAH SELALU MEMBERI YANG TERBAIK
"Aku (mungkin merasa telah) tekun berdoa dan berusaha untuk keberhasilan dan
kebahagiaan… aku sadar, ada kalanya beberapa niatku lambat terpenuhi dan
mungkin Allah akan menggantikan dengan yang lain, yang lebih baik... aku yakin
keberhasilan dan kebahagiaan itu akan jadi milikku walaupun mungkin dalam
bentuk dan waktu yang lain...
insyaAllah....innallaha ma'ana
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
(pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui" (QS. Al Baqarah : 216)
semoga kisah ini dapat 'merawat' hati2 yang sedang sedih dan kecewa.
BarokaLLAHu fikumm... ^^
***
Seorang lelaki berdoa kepada Allah SWT agar diberikan bunga dan kupu-kupu
Namun Allah SWT memberikannya kaktus dan ulat
Lelaki ini sedih, tidak mengerti kenapa pemberian-Nya berbeda dengan apa-apa
yang dia minta
Kemudian dia berfikir : "Allah SWT kan mempunyai banyak umat yang harus
diurus..."
Dan dia memutuskan untuk tidak mempersoalkannya doanya lagi
Setelah beberapa lama, lelaki ini memikirkan kembali doanya yang telah lama
dilupakannya
Lelaki ini amat terperanjat ketika melihat dari pohon kaktus yang buruk dan
berduri itu telah tumbuh bunga yang sangat cantik
Dan dari ulat yang terselubung, telah berubah menjadi kupu-kupu yang tidak
kalah cantik
Allah SWT selalu melakukan semua perkara dengan benar !
Cara Allah SWT selalu cara yang terbaik, walaupun kelihatannya semuanya
salah
Jika anda memohon sesuatu dan menerima yang lain dari Allah SWT,
Percayalah, Yakinlah bahwa Allah SWT senantiasa memberikan apa yang anda
pinta pada waktu yang tepat
Apa yang anda pinta … tidak selalu apa yang dibutuhkan !
Allah SWT tidak pernah gagal memenuhi permintaan hamba-Nya, teruslah
berdoa kepada-Nya tanpa ragu dan mengeluh
Duri hari ini … adalah bunga hari esok !
Allah SWT memberikan pilihan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan
ketentuan kepada-Nya.
Hadis riwayat Ibnu Abbas ra.: Bahwa Rasulullah saw. pernah berdoa dengan
membaca: "Ya Allah, kepada-Mulah aku berserah diri dan kepada-Mulah aku
beriman, terhadap-Mu aku bertawakkal dan kepada-Mu aku kembali serta
dengan (pertolongan) Engkau aku berperang. Ya Allah, sesungguhnya aku
berlindung dengan kemuliaan-Mu, tidak ada Tuhan selain Engkau, agar Engkau
tidak menyesatkan aku, Engkaulah Yang Maha Hidup dan tidak akan mati
sedang jin dan manusia semuanya akan mati" (Shahih Muslim No.4894)
“Senantiasa seseorang itu meminta (kepada makhluk) sampai dia bertemu Allah
ta’ala (pada hari kiamat) dalam keadaan tidak ada sekerat daging pun pada
wajahnya.” (HR. Al Bukhari, 3/338- Fathul Bari dan Muslim, no. 1040)
Dari Annas ra. ia berkata, “saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Allah
berfirman , `Hai anak adam, selama kamu berdoa dan menggantungkan harapan
kepada-Ku pasti Aku ampuni semua dosa yang telah kamu perbuat dan Aku tidak
perduli betapapun banyaknya. Hai anak adam, andaikan dosa-dosamu bagaikan
awan dilangit kemudian kamu memohon ampun kepada-Ku pasti Aku
mengampunimu dan Aku tidak perduli berapapun banyaknya. Hai anak adam
andaikan kamu datang kepada-Ku dengan membawa dosa-dosa sebanyak isi
bumi kemudian kamu menghadap-Ku sedangkan kamu tidak menyekutukan Aku
maka Aku akan menghampirimu sebanyak isi bumi pula.” (HR. Tirmidzi, Hadist
Hasan)
Note : Dari teman saya "Bayu Hendra K" : sembigadenam
3. BERSUKUR DALAM SEGALA HAL
Bersyukurlah dalam segala hal, karena semua indah pada
waktunya....
Pada jaman dahulu, di Negeri China kuno...., hiduplah
seorang saudagar, mempunyai seorang anak lelaki,
peternakan, dan perkebunan yang luas. Mereka menjalani
segalanya dengan baik, dan bersyukur atas segala yang
telah mereka terima senantiasa.
Pada suatu hari, masuklah seekor kuda liar (tanpa pemilik) ke dalam kandang
milik saudagar tersebut. Melihat hal tersebut, tetangga saudagar mengatakan
"sungguh amat beruntung karena Tuan mendapatkan seekor kuda tanpa harus
bersusah payah membeli atau menangkapnya". Mendengar hal tersebut Sang
Saudagar berkata "Terima kasih, semua itu memang suatu berkat, tetapi semua
itu pasti ada hikmahnya."
Setelah kuda dirasa telah cukup jinak, Putra Sang Saudagar mencoba
menungganginya, namun malang, kuda tersebut memberontak dan membuat
Putra Sang Saudagar tersebut terjatuh yang membuat kaki Putra Sang Saudagar
tersebut patah. Hal ini membuat tetangga saudagar itu mengatakan "Betapa
malang nasib Putra Tuan". Sang Saudagar itu menjawab, "Terima kasih atas
perhatiannya, ini merupakan suatu kecelakaan, namun semua ini pasti ada
hikmah dan bersyukurlah senantiasa".
Mungkin dapat dibayangkan kesusahan yang dihadapi Putra Sang Saudagar
tersebut, namun Sang Saudagar tersebut tetap bersyukur, karena percaya akan
ada hikmah dan berkat yang didapatkan dari semua kejadian.
Selang beberapa tahun, terjadilah peperangan hebat, seluruh lelaki muda yang
berbadan sehat dan tidak cacat, wajib mengikuti program wajib militer untuk
perang. Putra Sang Saudagar tersebut dapat selamat dari peperangan tersebut,
karena kecacatan kakinya.
Setiap kejadian, baik atau buruk menurut kita mengandung hikmah mendalam
yang ingin disampaikan oleh Allah Swt.
4. BERBAGI SUMBER KEBAHAGIAAN
Sebuah perbuatan untuk menyenangkan dan membahagiakan orang lain
merupakan sebuah hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan. Tidak
peduli sebesar atau sekecil apapun hal yang Anda lakukan, selama itu
dilakukan dengan niat yang tulus.
Mengenai point yang satu ini saya ingin berbagi kepada Anda tentang sebuah
kisah menarik yang pernah saya baca, yang mudah-mudahan bisa menjadi
sumber inspirasi bagi kita untuk senantiasa berbagi.
Alkisah, ada seorang anak kecil yang baru saja
ditinggal mati oleh ayahnya. Karena tidak ada
lagi yang suka memberi dia jajan, iapun
diacuhkan oleh teman-temannya. Anak kecil itu
berusaha untuk meminta belas kasihan kepada
warung-warung tetangganya, bukannya belas kasihan yang ia dapatkan,
melainkan hardikan dan usiran.
Suatu hari, bertemulah ia dengan tukang gorengan. Agar menarik perhatian, anak
kecil itu bergaya. Sambil berdiri di hadapan tukang gorengan, ia angkat kaki
sebelah kirinya lalu ditempelkan ke kaki kanannya, sambil menggigit jari tangan
kanannya. Si tukang gorengan hanya memandang sekilas dan membiarkan saja.
Hari pertama, iapun dicuekin saja. Demikian pula hari kedua dan ketiga. Namun,
anak kecil itu tidak putus asa, tetap dengan gaya yang sama. Akhirnya pada hari
keempat, karena merasa iba dan kasihan, si tukang gorengan itupun memberikan
buntut singkong, sisa-sisa potongan gorengan singkong, yang rasanyapun pahit.
Betapa senangnya anak kecil itu. Dengan mata berbinar penuh bahagia, iapun
memegang buntut singkong itu dengan kedua tangannya, seolah-olah terlihat
seperti satu singkong goreng penuh. Ia berlari mengejar teman-temannya, sambil
mengacung-ngacungkan buntut singkong, menunjukkan bahwa ia kini punya
jajanan.
24 tahun kemudian
Suatu hari, ketika sedang asyik ngaduk-ngaduk gorengannya, tiba-tiba si tukang
gorengan itu didatangi oleh seorang pemuda.
“Emm... ternyata tidak ada yang berubah. Pikulan dan gerobak gorengannya,
masih seperti dulu,” gumam pemuda itu.
“Mang, masih kenal sama Saya ga?!” tanya pemuda itu.
Si tukang gorengan hanya menggeleng bengong dan bingung
“Coba ingat-ingat Mang. Masih ingat Saya ga?!” kata pemuda itu penasaran.
“Aduh, siapa ya Den! Amang mah, gak tahu.” Jawab tukang gorengan itu polos.
Akhirnya, pemuda itupun bergaya persis seperti saat dia meminta dikasihani
tukang gorengan.
“Oh. Iya...ya... Amang ingat sekarang. Aden yang waktu itu, masih kecil, bergaya
seperti itu di depan Amang, selama empat hari berturut-turut. Awalnya Amang
cuekin. Karena
Amang kasihan, akhirnya Amang kasih buntut singkong.” Jawab tukang gorengan
itu.
“Ya betul, Mang. Waktu itu, Saya sungguh senang dan bahagia sekali. Dengan
buntut singkong itu, akhirnya Saya diterima lagi oleh teman-teman Saya.” Jawab
pemuda itu.
“Karena hanya yang punya jajanan saja yang boleh bergabung dan bermain
dengan
teman-teman Saya.” Lanjutnya.
“Wah, Den. Gak usah disebut-sebut. Amang jadi malu. Karena hanya memberi
Aden buntut singkong.” Jawab tukang gorengan itu tersipu.
“Sebagai rasa terima kasih Saya atas kebaikan Amang. Bagaimana kalau Amang
Saya ajak umroh!”.
“Hah... yang bener Den. Jangan main-main?!” Ujar tukang gorengan itu kaget.
“Iya Mang. Saya serius. Saya ajak Amang untuk umroh ke tanah suci.” Jawab
pemuda itu meyakinkan.
Tak kuasa menahan haru, sambil berlinang air mata, dipeluknya erat-erat
pemuda itu.
Sambil berkata, “terima kasih Den! ...terima kasih ...”
“Berterima kasihlah kepada Allah, Mang…. Allah menakdirkan Saya, untuk
membalas kebaikan yang telah Amang lakukan 24 tahun yang lalu.” Jawab
pemuda itu, sambil memeluk erat tukang gorengan itu penuh haru.
Janji Allah Pasti
Subhanallah … Allahu Akbar ... There’s not impossible in the world. Sungguh
kisah kemanusiaan yang sangat menyentuh. Ternyata Allah SWT tidak akan
membiarkan berlalu begitu saja, kebaikan yang telah dilakukan oleh hambahamba-
Nya, siapapun dan di manapun, sekecil dan sesederhana apapun.
Melainkan Ia akan membalasnya dengan yang setimpal, bahkan berlipat,
berganda dan tak terduga. Sesuai Firman Allah SWT dalam Qs. Al Zalzalah: 7-8
* Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia
akan melihat balasannya.
* Dan Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun,
niscaya Dia akan melihat balasannya pula.
(Kisah nyata, disadur dari Buku Miracle Giving, karya Ustadz Yusuf Mansyur)
Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi dalam berbagi
terhadap sesama, sehingga tidak ada lagi yang merasa tidak bahagia hidup
didunia ini karena ia merasa tidak ada yang memperhatikannya.
***
Kesimpulan :
Jadi, jika dikaji kembali. Maka rumus canggih yang saya maksud bukanlah
jaminan bagi Anda untuk menjadi orang kaya, orang yang sukses, orang yang
berhasil. Tetapi, menjadikan Anda sebagai orang yang berbahagia, dengan
kehidupannya yang serba Indah dengan cara :
- BERDOA
- INGAT, BAHWA ALLAH SWT SELALU MEMBERI YANG TERBAIK
- BERSYUKUR ATAS SEGALA HAL
- BERBAGI SUMBER KEBAHAGIAAN.
***
Baca Selengkapnya...

Cinta, Biarkan Aku Menyambut Cinta-Nya


Cinta,
telah lama kita dipisahkan, melalui jarak, melalui waktu…
tak kutemui lagi senyum manismu, tak kujumpai lagi gelak
candamu…
Aku yang pendiam, dan sosokmu yang periang…
Cinta,
kata terakhirmu yang terlontar adalah “Jaga dirimu baik-baik”
Aku menjaga diriku, walau di hatiku masih terbesit keinginan untuk
mengetahui kabarmu…
Siapa yang tidak pernah jatuh cinta, cinta?
Cinta,
Saat itu aku bingung…
Mengapa kamu yang aku pilih…
Aku tertawa sekarang, mungkin sebuah kesalahan di masa lalu
ketika kubiarkan jiwamu datang mengetuk pintu hatiku…
Cinta…
Jiwamu benar-benar menyapa hatiku,
Sungguh cuma sampai di situ…
Lalu Dia menyadarkanku, cinta, tentang dirimu dan juga kesalahanku…
Cinta, sungguh tak pernah aku sesali,
Kau sungguh baik, kau tidak pernah menuntut suatu hubungan…
Kau hanya memberi cinta…
Tanpa pernah menuntut cinta dariku…
Mungkin itu yang membuatku luluh…
Baiklah cinta…
Saat itu mungkin kau tak tau aku juga kagum padamu…
Terima kasih, Cinta,
Atas pengorbananmu… Atas sikap baikmu dan juga cinta yang kau
hadirkan untukku…
Tapi, Cinta…
Sekarang sudah kutemukan cinta yang jauh lebih besar darimu…
Bahkan hatiku pun tak mampu menerima muatan cinta itu…
Aku terbuai dengan cinta-Nya, cinta…
Alunan kasih sayang-Nya telah menyemai molekul cinta yang
dalam di hatiku…
Sungguh harus kutinggalkan engkau, cinta…
Karena hatiku hanya dapat mencintai satu cinta…
Cinta-Nya tak pernah berhenti padaku, sekalipun saat aku
meninggalkan-Nya…
Selamat tinggal, cinta…
Aku memilih-Nya…
Ya, aku memilih cinta-Nya…
Sampai kapan pun, tak akan tergantikan, sekalipun olehmu…
cinta…

Baca Selengkapnya...

Senin, 30 Januari 2012

Karakteristik Penghuni Surga


Iyadh bin Himar Al-Mujasyi’i ia berkata, pada suatu hari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah seraya bersabda,
Penghuni surga itu ada tiga; pertama, penguasa yang adil, jujur, dan mendapat taufik, kedua, seorang yang penyayang dan perhatian kepada setiap kerabat, ketiga, seorang muslim yang suci, pandai menjaga diri, dan memiliki keluarga….” (HR. Muslim)
Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu ia berkata, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Macam-macam umat diperlibatkan keapdaku; aku melihat seorang Nabi beserta sekelompok orang pengikutnya,  aku melihat seorang Nabi beserta seorang laki-laki pengikutnya, aku melihat seorang Nabi tanpa ditemani seorang pengiku pun, kemudian diperlihatkan kepadaku sekelompok orang dengan jumlah yang amat banyak, maka aku berakta, ‘Ini adalah umatku.’ Kemudian dikatakan, ‘Ini adalah Musa dan umatnya. Tapi, lihatlah ke atas.’ Seketika terlihat sekelompok umat dengan jumlah yang amat banyak. Kemudian dikatakan, ‘Lihatlah ke arah yang lain.’ Seketika terlihat sekelompok umat dengan jumlah yang amat banyak. Kemudian dikatakan, ‘Ini adalah umatmu.’ Bersama mereka 70.000 orang masuk ke dalam surga tanpa melalui prosesi hisab dan siksa.” Kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam berdiri, lalu masuk, lalu para shahabat berbicara panjang lebar tentang sabda Nabi tadi. Kemudian mereka berkata, ‘Siapakah mereka yang masuk surga tanpa melalui prosesi hisab dan siksa?’ Sebagian mereka berkata, ‘Barangkali mereka yang menyertai Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam.’ Sebagian yang lain berkata, ‘Barangkali mereka yang dilahirkan dalam keadaan Islam, dia tidak pernah menyekutukan Allah.’ Mereka menyebutkan banyak hal. Kemudian Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam keluar kembali (dari kamar beliau) menemui mereka, lalu beliau berkata, ‘Apa yang kalian perbincangkan?’ Mereka pun memberitahukan kepada beliau tentang apa yang mereka perbincangkan antarmereka. Lalu beliau bersabda, ‘Mereka adalah orang-orang yang tidak berobat dengan menggunakan kayy, tidak minta diruqyah (ruqyah yang tidak syar’i), tidak bertathayyur (pesimis karena melihat pertanda buruk), dan hanya kepada Allah mereka bertawakkal.’ Kemudian ‘Ukkasyah bin Mihshan Al-Asadi berdiri seraya berkata, ‘Apakah saya termasuk bagian dari mereka, wahai Rasulullah?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. ‘Kamu adalah termasuk bagian dari mereka!’ Lalu sebagian shahabat yang lain (Sa’ad bin ‘Ubadah) berkata, ‘Apakah saya bagian dari mereka, wahai Rasulullah?’ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kamu telah didahului oleh Ukkasyah’.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Berkaitan dengan maksud tawakkal di dalam hadis di atas, Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Tawakkal adalah kondisi hati yang timbul atas pengetahuannya terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, percaya bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala sendirian dalam mencipta, mengatur, menghilangkan madharat, mendatangkan manfaat, memberi, memboikot pemberian, dan apa yang Dia kehendaki bisa terwujud meskipun manusia tidak menghendakinya, sedangkan apa yang tidak dikehendaki-Nya tidak terwujud meskipun manusia menghendakinya. Dengan begitu, ia bersandar sepenuhnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, menyerahkan segala hal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, merasa tenang bersama-Nya, percaya sepenuhnya kepada-Nya, yakin bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mencukupinya berdasarkan rasa dan sikap tawakkal kepada-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memenuhi kebutuhan orang yang tawakkal itu, tidak ada sesuatu yang terjadi di luar kehendak-Nya, baik manusia menginginkannya maupun menolaknya. Kondisi orang yang tawakkal itu seperti kondisi anak kecil di hadapan kedua orang tuanya, dalam perihal sesuatu yang ia niatkan, baik motivasi atau larnagan, maka kedua orang tua itu menanggung sepenuhnya. Perhatikanlah hati anak itu tidak pernah terbesit untuk bersandar kepada selain kedua orang tuanya, dan menahan hasratnya untuk menyampaikan apa yang ia niatkan kepada kedua orang tuanya. Begitu juga kondisi orang yang tawakkal. Barangispa yang memiliki sikap seperti iu dalam berinteraksi dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala pasti mencukupinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (Ath-Thalaaq: 3)
Dari Sahal bin Sa’ad ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barangsiapa yang menjamin (menajga) lisan dan kemaluannya, maka aku menjaminnya untuk masuk jannah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Barangsiapa yang oleh Allah dijaga dari kejelekan lisan dan kemaluannya, maka ia akan masuk jannah’.”
Dari Mu’adz bin Jabal ia berkata,
“Aku pernah bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan. Pada suatu pagi aku berada di dekat Nabi, sementara kami sedang berjalan kaki, lalu aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, beritahulah saya tentang pekerjaan yang bisa memasukkan saya ke surga dan menjauhkan saya dari neraka.’ Beliau bersabda, ‘Kamu telah bertanya kepadaku tentang sesuatu yang agung. Sungguh sedikit orang yang dimudahkan oleh Allah untuk bertanya tentang hal itu. (Amal itu adalah) kamu menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan apa pun, melaksanakan shalat menunaikan zakat, shiyam pada bulan Ramadhan, berhaji ke Baitullah.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Maukah kamu jika aku memberitahumu tentang pintu-pintu kebaikan? Shiyam itu adalah perisai, sedangkan sedekah dapat menghapus dosa, sebagaimana air dapat memadamkan api, serta shalat seseorang pada kesunyian malam (qiyamul lail).’ Kemudian beliau membaca firman Allah Ta’ala,Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.’ (QS. As-Sajdah: 16-17). Beliau kemudian bersabda, “Maukah kamu jika aku memberitahumu tentang penghulu segala sesuatu, tiang segala sesuatu, dan puncak segala sesuatu?’ Aku berkata, ‘Dengan senang hati, wahai Rasulullah.’  “Pokok segala urusan adalah Islam, pilarnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” Beliau bersabda, ‘Maukah kamu jika aku memberitahumu raja dari seluruh itu?’ Aku berkata, ‘Dengan senang hati, wahai Nabi Allah.’ Kemudian Rasulullah memegang mulut Mua’adz seraya bersabda, ‘Jagalah (tahanlah) mulutmu seperti ini.’ Aku berkata, ‘Wahai Nabi Allah, apakah kami akan disiksa karena kata-kata yang kami ucapkan?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ibumu merasa kehilangan kamu, (celakalah) wahai Mu’adz. Tidaklah manusia dicebloskan ke dalam neraka dengan diseret di atas wajah atau dahinya kecuali disebabkan oleh kata-kata yang diucapkan oleh mulut mereka’.”
Sumber: Belaian Bidadari di Alam Mimpi, Syaikh ‘Isham Hasanain, Pustaka At-Tibyan, Cetakan 1 2008 Baca Selengkapnya...

Allah-pun Tertawa Karenanya

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, aku mengetahui orang yang paling terakhir keluar dari neraka dan orang yang paling terakhir masuk surga. Dia adalah seorang lelaki yang keluar dari neraka sembari merangkak. Allah tabaraka wa ta’ala berkata kepadanya, ‘Pergilah kamu, masuklah ke dalam surga.’ Kemudian diapun mendatanginya dan dikhayalkan padanya bahwa surga itu telah penuh. Lalu dia kembali dan berkata, ‘Wahai Rabbku, aku dapati surga telah penuh.’ Allah tabaraka wa ta’ala berfirman kepadanya, ‘Pergilah, masuklah kamu ke surga.’.” Nabi berkata, “Kemudian diapun mendatanginya dan dikhayalkan padanya bahwa surga itu telah penuh. Lalu dia kembali dan berkata, ‘Wahai Rabbku, aku dapati surga telah penuh.’ Allah tabaraka wa ta’ala berfirman kepadanya, ‘Pergilah, masuklah kamu ke surga. Sesungguhnya kamu akan mendapatkan kenikmatan semisal dunia dan sepuluh lagi yang sepertinya’ atau ‘Kamu akan memperoleh sepuluh kali kenikmatan dunia’.” Nabi berkata, “Orang itu pun berkata, ‘Apakah Engkau hendak mengejekku, ataukah Engkau hendak menertawakan diriku, sedangkan Engkau adalah Sang Raja?’.” Ibnu Mas’ud berkata, “Sungguh, ketika itu aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi taringnya.” Periwayat berkata, “Maka orang-orang pun menyebut bahwa dialah sang penghuni surga yang paling rendah kedudukannya.” Dalam riwayat lain disebutkan: Maka Ibnu Mas’ud pun tertawa, lalu berkata, “Apakah kalian tidak bertanya kepadaku mengapa aku tertawa?”. Mereka menjawab, “Mengapa engkau tertawa?”. Beliau menjawab, “Demikian itulah tertawanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. -Ketika itu- mereka -para sahabat- bertanya, ‘Mengapa anda tertawa wahai Rasulullah?’. ‘Disebabkan tertawanya Rabbul ‘alamin tatkala orang itu berkata, ‘Apakah Engkau mengejekku, sedangkan Engkau adalah Rabbul ‘alamin?’. Lalu Allah berfirman, ‘Aku tidak sedang mengejekmu. Akan tetapi Aku Mahakuasa melakukan segala sesuatu yang Kukehendaki.’.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim [2/314-315])
Hadits yang agung ini memberikan pelajaran, di antaranya:

  1. Beriman terhadap keberadaan surga dan neraka. Surga merupakan tempat tinggal bagi orang-orang yang beriman, sedangkan neraka merupakan tempat tinggal orang-orang yang kufur kepada Rabbnya
  2. Iman kepada hari akhir serta pembalasan amal manusia kelak di akherat
  3. Iman kepada perkara gaib
  4. Iman bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah benar-benar utusan Allah yang berbicara berlandaskan wahyu dari-Nya, bukan menyampaikan dongeng atau cerita yang beliau karang sendiri
  5. Dorongan untuk beramal salih agar termasuk penduduk surga, dan peringatan dari kemaksiatan yang dapat menyeret pelakunya ke dalam jurang neraka
  6. Boleh tertawa, dan hal itu bukanlah perkara yang dibenci dalam sebagian kondisi dan kesempatan. Hal itu juga tidak menyebabkan jatuhnya muru’ah/kehormatan selama tidak sampai melampaui batas kewajaran (lihat Syarh Muslim [2/315])
  7. Boleh menirukan tertawanya orang lain dengan tujuan menggambarkan keadaan sosok yang patut diteladani sebagaimana yang dilakukan oleh Ibnu Mas’ud menirukan tertawanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (lihat Fath al-Bari [11/503])
  8. Pada hari kiamat kelak, Allah berbicara kepada hamba-hamba-Nya (lihat Shahih al-Bukhari, Kitab at-Tauhid, hal. 1490-1491)
  9. Allah Maha kuasa atas segala sesuatu
  10. Allah adalah Sang Raja (al-Malik) yang menguasai jagad raya
  11. Allah adalah Rabb (pemelihara dan pengatur) alam semesta
  12. Allah Maha berkehendak
  13. Allah pun bisa tertawa, namun tertawanya Allah tidak sebagaimana makhluk. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. asy-Syura: 11). Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Para salaf telah bersepakat menetapkan ‘tertawa’ ada pada diri Allah. Oleh sebab itu wajib menetapkannya (menerimanya, pent) tanpa menyelewengkan maknanya, tanpa menolaknya, tanpa membagaimanakan sifatnya, dan tidak menyerupakannya. Itu merupakan tertawa yang hakiki yang sesuai dengan -keagungan- Allah ta’ala.” (lihat Syarh Lum’at al-I’tiqad, hal. 61)
  14. Kenikmatan yang ada di Surga jauh berlipat ganda daripada kenikmatan di alam dunia (lihat Shahih Bukhari, Kitab ar-Riqaq, hal. 1329). Oleh sebab itu tidak selayaknya kenikmatan yang sedemikian besar ‘dijual’ demi mendapatkan kesenangan dunia yang sedikit dan sementara saja, bahkan tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan akherat
  15. Khayalan atau perasaan tidak bisa dijadikan sebagai pegangan, tetapi yang dijadikan pegangan adalah wahyu/dalil atau perkataan orang yang benar-benar mengetahui/berilmu
  16. Wajib mematuhi perintah Allah dan Rasul-Nya
  17. Luasnya rahmat Allah ta’ala, tatkala orang yang paling terakhir keluar dari neraka pun masih merasakan kenikmatan surga yang sepuluh kali lipat dari kenikmatan dunia
  18. Orang mukmin yang dihukum di neraka karena dosa besarnya maka suatu saat akhirnya diapun akan dikeluarkan darinya dan masuk ke dalam surga. Sehingga ini merupakan bantahan bagi Khawarij yang beranggapan bahwa pelaku dosa besar kekal di dalam neraka (lihat Syarh Muslim [2/323])
  19. Ada sebagian orang beriman yang ‘mampir’ dulu ke neraka sebelum dimasukkan ke dalam surga, tentu saja hal itu bukan karena kezaliman Allah namun karena dosa besar yang mereka lakukan
  20. Peringatan atas bahaya dosa-dosa besar bagi pelakunya di akherat kelak -apabila dia belum bertaubat darinya-, karena pelakunya termasuk golongan orang yang diancam dengan siksa neraka, wal ‘iyadzu billah
  21. Tidak boleh bersikap meremehkan dosa-dosa besar
  22. Orang yang benar-benar memahami keutamaan tauhid bukanlah orang yang menganggap sepele dosa-dosa besar. Oleh sebab itu Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Seorang mukmin melihat dosa-dosanya seolah-olah dia sedang duduk di bawah bukit yang dia khawatir akan runtuh menimpa dirinya. Adapun orang fajir melihat dosa-dosanya seperti seekor lalat yang lewat di atas hidungnya kemudian cukup dia usir dengan cara seperti ini -yaitu dengan menggerakkan tangannya semata-.” (lihat Fath al-Bari [11/118])
  23. Hadits ini juga menunjukkan keadilan Allah ta’ala dimana Allah memberikan hukuman kepada orang-orang yang berbuat dosa besar kelak di akherat sesuai dengan kehendak-Nya, meskipun bisa saja Allah berkehendak untuk mengampuninya (untuk sebagian hamba-Nya)
  24. Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang lebih dulu masuk surga
  25. Anjuran untuk berlomba-lomba dalam beramal supaya bisa menjadi golongan orang yang terdahulu masuk surga
  26. Orang yang masuk surga itu bertingkat-tingkat dalam hal keutamaan diri dan balasan yang mereka dapatkan
  27. Hadits ini menunjukkan keutamaan tauhid, karena tidaklah orang masuk surga kecuali karena tauhid yang dilaksanakannya ketika di dunia
  28. Hadits ini juga menunjukkan bahaya syirik dan kekafiran, karena tidaklah seorang kekal di dalam neraka melainkan karena sebab dosa syirik besar dan kekafiran yang dilakukan olehnya
sumber:http://kisahmuslim.com/allah-pun-tertawa-karenanya/ Baca Selengkapnya...

Rabu, 25 Januari 2012

Ijinkan Aku

Ijinkan Aku
by Ungu

By Enda

Semua yang ku lihat ada pada dirimu
Seperti yang pernah kurasa
Dari kekasihku yang dulu, yang pernah singgah
Dalam peraduan cintaku

Andai saja bisa terucap dari mulutku
Yang kelu di hadapan dirimu
Mungkin semua takkan begini
Menyudutkanku terdiam kaku di hadapanmu

Ijinkan aku...
Menjadi kekasih hatimu yang baru
Ijinkan aku...
Menyatakan bahwa ku sayang padamu

Berjuta rasa yang telah tercipta
Melukiskan bayang dirimu
Semakin membuatku inginkan kamu
Menjadi kekasihku Baca Selengkapnya...

perfect

Hey dad look at me
Think back and talk to me
Did I grow up according to plan
And do you think I’m wasting my time
Doing things I wanna do
But it hurts when you disapprove all along
And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I’m never gonna be good enough for you
Can’t pretend that I’m alright
And you can’t change me
Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry I can’t be perfect
Now it’s just too late
And we can’t go back
I’m sorry I can’t be perfect
I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero
All the days you spent with me
Now seem so far away
And it feels like you don’t care anymore
And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I’m never gonna be good enough for you
I can’t stand another fight
And nothing’s alright
Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry I can’t be perfect
Now it’s just too late
And we can’t go back
I’m sorry I can’t be perfect
Nothing’s gonna change the things that you said
Nothing’s gonna make this right again
Please don’t turn your back
I can’t believe it’s hard just to talk to you
But you don’t understand
Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry I can’t be perfect
Now it’s just too late
And we can’t go back
I’m sorry I can’t be perfect
Cuz we lost it all
Nothing lasts forever
I’m sorry I can’t be perfect
Now it’s just too late
And we can’t go back
I’m sorry I can’t be perfect





Simpleplan Baca Selengkapnya...

Love of my life

Love of my life, you hurt me
You broken my heart now you leave me

* Love of my life cant you see
Bring it back bring it back
Don’t take it away from me
Because you don’t know what it mens to me

Love of my life don’t leave me
You’ve stolen my love now desert me

Back to *

You will remember when this is blown over
And everythings all by the way
When I grow older
I will be there by your side
To remind how I still love you
I still love you

Hurry back hurry back
Don’t take it away from me
Because you don’t know what it means to me


Love of my life
Love of my life




Queen / maha dewi Baca Selengkapnya...

TEtap Mencintaimu

Aku tak akan merasa terluka
Aku tak akan merasa kecewa
Mesti cinta yang ku punya untukmu
Tak terbalas sempurna

Kamu tak perlu merasakan cinta
Kamu tak perlu merasakan rindu
Biarkan aku jalani semua
Itu tulus adanya

Aku rela terluka
Dan aku siap kecewa

Reff:
Aku hanya ingin kau tahu
Ku tak pernah menyerah
Meski harus hancur dan terluka
Ku tetap mencintaimu

Aku tak akan merasakan dendam
Aku tak akan merasakan benci
Ku sudah cukup bahagia jalani
Bila selalu denganmu

Aku siap terluka
Dan aku siap kecewa

Back to Reff: 2x

Ku tetap menyayangimu
Ku tetap mencintaimu
Ku tetap menyayangimu

by: juliet Baca Selengkapnya...

Pria dan Kekasih

Suatu waktu ada seorang pria dan kekasihnya menikah. Acara pernikahannya sungguh megah. Setiap pasang mata yang memandang setuju bahwa mereka sungguh saling mencintai. Beberapa bulan kemudian, sang Istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan". "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia..." Suaminya setuju dan malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman...Ketika ia mulai membacakan satu per satu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir... "Maaf, apakah aku harus berhenti?" tanyanya. "Oh, tidak, lanjutkan", jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar dan berkata dengan bahagia, "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu". Dengan suara perlahan suaminya berkata, "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau baik, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku...." Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya...Ia menunduk dan menangis... Pesan: Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita. Baca Selengkapnya...

Tanda cowok sholeh:

K. H. Muhammad Arifin Ilham
Tanda2 cowok sholeh:
Terlihat sll istiqomah bribadah,sholat tepat waktu,senang brjamaah dimesjid,bagus bacaan Alqur'annya,wajahnya yg nyaman ditatap krn trbiasanya "dawaamul wudhu" mnjaga wudhu,rendah hati,prhatian,dermawan,bicaranya santun dg kalimat pilihn,tdk menatap bukan mahramnya,lbh byk mnunduk saat bicara,rapi bersih & wangi,punya kharisma,"waro/Mnjg diri dari yg dilarang Allah." sgt taat,& dia tdk akan mnyentuhmu hai wanita kcuali stlh halal.

Waktu" tidur:
*tidur siang sebelum jumatan tidak boleh,
*Tidur setelah subuh menolak rejeki krna wktu tu malaikat mikail sdg membagi rejeki,
*tidur waktu duha merusak peredaran darah,
*tidur jam 10-3 baik untuk pertumbuhan,
*tidur setelah ashar merusak akal,menyebabkan sering pelupa,
*tidur antara maghrib dan isya menyebabkan bala bencana, Baca Selengkapnya...

EARTH HOUR

Apa itu EARTH HOUR? EARTH HOUR adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh WWF (World Wide Fund for Nature, juga dikenal sebagai World Wildlife Fund) dan diadakan pada Sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya, meminta rumah dan perkantoran memadamkan lampu dan peralatan listrik yang tidak perlu selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran atas perlunya tindakan terhadap perubahan iklim.

EARTH HOUR dicetuskan oleh WWF dan The Sydney Morning Herald tahun 2007, ketika itu 2.2 juta penduduk Sydney berpartisipasi dengan memadamkan semua lampu yang tidak perlu. Setelah Sydney, banyak kota-kota lain di seluruh dunia ikut berpartisipasi pada tahun 2008. Dan Earth Hour 2010 akan dilaksanakan tanggal 27 Maret 2010 mulai pukul 20.30 hingga 21.30 waktu setempat.

Gerakan EARTH HOUR berawal dari kampanye kolaborasi antara WWF-Australia, Fairfax Media, dan Leo Burnett untuk kota Sydney, Australia dengan tujuan mengurangi gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5% pada tahun 2007. Keberhasilan kampanye ini diharapkan agar dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat membantu menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang mudah sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di Bumi menjadi lebih baik. Pada tahun 2008, 50 juta orang di 35 negara mematikan lampunya dalam aksinya mendukung EARTH HOUR.

Pada tanggal 28 Maret 2009, ratusan juta orang di lebih dari 4000 kota besar dan kecil di 88 negara di seluruh dunia mematikan lampunya mendukung EARTH HOUR. EARTH HOUR 2009 menjadi gerakan lingkungan terbesar dalam sejarah.

Tujuan utama kampanye EARTH HOUR tahun ini adalah untuk melanjutkan target efisiensi energi bahkan jauh setelah kegiatan kampanye EARTH HOUR berakhir. Jadi kampanye ini mengingatkan semua orang bahwa bergaya hidup hemat energi tidak hanya dengan berpartisipasi di EARTH HOUR saja, tetapi aksi kecil ini harus terus dilakukan setiap hari untuk secara efektif mengurangi gas rumah kaca.

Di tahun 2010 ini, ada empat kota besar lain selain Jakarta yang akan berpartisipasi dalam event global ini, yaitu Bandung, Surabaya, Jogja, dan Bali. Pada Earth Hour tahun lalu, Jakarta mematikan salah satu iconnya, yaitu Bundaran Hotel Indonesia. Bahkan ketika itu Gubernur DKI Jakarta menjadi Duta Earth Hour Indonesia.

Gerakan ini patut didukung oleh segenap lapisan masyarakat di Indonesia karena akan memberikan implikasi yang luar biasa bagi upaya nyata konservasi bumi dan memberikan stimulus pada ruang sadar masyarakat untuk mengupayakan gaya hidup hemat energi.

Berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, total 29.605 GWH atau 23% total konsumsi listrik Indonesia, terfokus di DKI Jakarta dan Tangerang. Apabila 10% penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh, yakni setara dengan:

1. Mematikan 1 pembangkit listrik

2. Menghemat 267,3 ton CO2

3. Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya)

4. Persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya)

5. Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-

Seperti pepatah "Sedikit-sedikit lama-lama jadi Bukit". Sebuah "usaha kecil” yang tidak seberapa, tentu tidak akan disebut “usaha kecil” bila dilaksanakan secara massal.

Pernah lihat iklan EARTH HOUR di televisi yang model iklannya Wulan Guritno dan Prita Mulyasari yang keduanya sedang hamil? Sangat menarik memang ketika Wulan dengan mata berbinar dan ceria menegaskan seraya mengelus perutnya ”EARTH HOUR adalah bagian dari masa depan”.

Iklan ini membawa pesan yang sangat dalam bagi kita semua untuk senantiasa merawat bumi, mulai dengan langkah-langkah kecil dan sederhana. Gerakan EARTH HOUR menghimbau kita untuk menabung energi untuk masa depan, menyimpan kemuliaan berkah bumi untuk generasi berikut dan menjadi bagian dari upaya global memerangi dampak perubahan iklim serta pemanasan global. Gerakan ini adalah sebentuk refleksi cinta pada bumi dan implementasi dari rasa syukur tak terhingga pada sang Maha Pencipta.


Sedikit mengutip ayat Al-qur'an surat Al Ruum. 41 : "Telah tampak kerusakan di daratan dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan-tangan manusia". Kerusakan yang ada di bumi ini adalah asli hasil dari perbuatan kita semua, manusia. Kita yang berbuat berarti kita yang harus bertanggung jawab. Baca Selengkapnya...

Bertanya Tentang Cinta

Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:
“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:
“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan

Api menjawab:
“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab:
“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

Langit menjawab:
“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab:
“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab:
“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab:
“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA:
“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab:
“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.”

“Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”

Aku lantas bertanya pada CINTA:
“Bisakah aku merasakannya?”

Sambil berlaru CINTA menjawab:
“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”

Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…” Baca Selengkapnya...

AYAH DAN ANAK

Seorang pria pulang dari bekerja lembur, lelah dan jengkel, dan menemukan putranya 5 tahun sudah menunggunya di pintu.
ANAK: 'Ayah, bolehkah saya mengajukan pertanyaan? "
AYAH: "Ya tentu, apa pertanyaanmu? ' jawab ayahnya.
ANAK: "Ayah, berapa banyak uang yang Ayah hasilkan dalam satu jam?"
AYAH: "Itu bukan urusanmu. Mengapa kamu bertanya seperti itu? " Ayah itu berkata sambil marah.
ANAK: "Aku hanya ingin tahu. Tolong beritahu aku, berapa banyak Ayah hasilkan dalam satu jam?"
AYAH: "Jika kamu memang mau tahu, ayah menghasilkan Rp 50.000,- per jam."
ANAK: "Oh," jawab anak kecil itu dengan kepala tertunduk.
ANAK: "Ayah, bolehkah aku meminjam Rp 25.000,-?
'Sang ayah marah, "Jika satu-satunya alasan kamu bertanya begitu agar kamu dapat meminjam uang untuk membeli mainan konyol atau omong kosong lainnya, maka kamu harus mencari uang sendiri dan sekarang pergilah ke tempat tidur. Pikirkan mengapa kamu begitu egois. Aku tidak bekerja keras setiap hari untuk memuaskan pikiran kekanak-kanakan seperti itu. "Anak kecil itu diam, pergi ke kamarnya dan menutup pintu.Sang ayah itu duduk dan masih dengan kemarahannya berpikir tentang pertanyaan anak kecil itu. Berani-beraninya dia bertanya seperti itu hanya untuk mendapatkan uang?Setelah sekitar satu jam atau lebih, sang ayah itu tenang, dan mulai berpikir:Mungkin ada sesuatu yang benar-benar diperlukan untuk dibeli dengan Rp 25.000,- itu karena sang anak tidak sering meminta uang. Sang ayah itu pergi ke kamar anak laki-lakinya dan membuka pintu.
"Apakah kamu sudah tidur, Nak?" Dia bertanya.
"Tidak Ayah, aku masih bangun," jawab si anak
"Ayah sudah berpikir, mungkin ayah terlalu keras pada kamu sebelumnya" kata sang ayah.
"Hari ini merupakan hari yang panjang dan ayah melampiaskan kejengkelan ayah pada kamu. Ini Rp 25.000,- yang kamu minta tadi.
"Anak kecil itu duduk tegak, tersenyum. "Oh, terima kasih ayah!" teriaknya.
Kemudian, dari bawah bantalnya dia mengeluarkan beberapa lembar uang yang sudah kusut.Pria itu melihat bahwa anak itu sudah punya uang, mulai marah lagi.Anak kecil perlahan menghitung uangnya, kemudian menatap ayahnya
."Mengapa kamu ingin punya lebih banyak uang jika kamu sudah memilikinya?" ayah menggerutu.
"Karena aku tidak punya cukup uang, tapi sekarang sudah cukup," jawab anak kecil itu.
"Ayah, aku punya Rp 50.000,-. Bisakah aku membeli satu jam dari waktu Ayah? Ayah dapat datang besok agak pagian setelah kerja. Aku ingin makan malam bersama Ayah.
"Sang ayah hancur. Dia melingkarkan lengannya memeluk anaknya, dan dia memohon pengampunan-Nya.Ini hanya pengingat singkat untuk Anda semua yang bekerja begitu keras dalam hidup. Kita tidak boleh membiarkan waktu berlalu begitu saja tanpa harus menggunakan waktu dengan orang-orang yang benar-benar berarti bagi kita, orang yang dekat dengan hati kita. Jangan lupa untuk berbagi senilai Rp 50.000,- dari waktu Anda dengan seseorang yang Anda cintai.
Baca Selengkapnya...

Saatnya Berbahagia, Sahabat Muda…

Saatnya Berbahagia, Sahabat Muda…

            Hal apa yang membuatmu bersedih, wahai saudaraku?
            Adakah kita temukan kebahagiaan itu dalam setiap langkah kita?
            Ataukah, kita lupa meluruskan niat kita? Salah dalam perilaku kita? Atau bahkan, tak menemukan Allah dalam setiap aksi kita?
            Atau, mungkinkah kita lupa mensyukuri setiap nikmat yang tak terhingga jumlahnya? Dan adakalanya kita lupa mengambil hikmah dari setiap peristiwa. Lebih payahnya, kita merasa setiap peristiwa hanyalah kejadian yang berulang saja?

            Dan ambillah hikmah dari setiap peristiwa dan syukuri setiap pemberian-Nya…

            Dialah yang berbahagia… Dia yang senantiasa memperbaharui semangatnya, meluruskan niatnya, dan menemukan Allah dalam setiap langkahnya… (pesan sahabat)

            Mengapa kau merasa sendiri ketika menghadapi problema?

 Tak ingatkah kau pada saudara-saudaramu yang siap mengulurkan tangannya untuk membantumu?
            Tak ingatkah kau kepada Allah SWT yang memeliki kunci jawaban dan penyelesaian atas bank soal yang tengah kau hadapi?

            Ayo membuka hati, saatnya berbahagia… Bahagia karena IMAN, ISLAM dan IHSAN !!!
            Dan jalinlah ukhuwah Islamiyah untuk mendapatkan kedamaian seorang muslim yang sebenarnya..
            Sampaikanlah ilmumu dengan dakwah… karena dakwah itu menghidupkanmu… menjadikan setiap ilmumu bermanfaat, melembutkan hati dan perilakumu dan menjadikan pencerahan di setiap tempat. Baca Selengkapnya...

ikhwan & akhwat sejati

IKHWAN SEJATI 

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya, ”Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati!”
  Sang Ibu tersenyum dan menjawab…  

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya.    
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.  
 Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa.
  
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati di tempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah.

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan.  Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu.  
 Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya.
  
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan.  
Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca.


Setelah itu, sang remaja pria kembali bertanya. Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?
   

Sang Ibu memberinya buku dan berkata… Pelajari tentang dia. Ia pun mengambil buku itu, MUHAMMAD, judul buku yang tertulis di buku itu.





AKHWAT SEJATI

   
Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati?”
 Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum. Anakku…

Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya.   Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
  Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.  
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
 Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.

Ketahuilah putriku…
Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya.
  Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
  Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani, tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah…

Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.Setelah itu sang anak kembali bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?” Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata, “Pelajarilah mereka!”  

Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”. (Muslimah Sholihah) Baca Selengkapnya...

SUSAHNYA JAGA PANDANGAN

Tidak berlebihan jika ada pepatah yang mengatakan dari mata turun ke hati seperti halnya perkataan seorang salaf,”Pandangan adalah panah beracun yang menembus ke hati.” Dari sebuah pandangan bisa mendorong hati berfikir maksiat yang tidak jarang diakhiri oleh perbuatan zina.

Karena itulah Allah swt menggandengkan antara perintah menjaga pandangan dengan menjaga kemaluan, sebagaimana didalam firman-Nya :

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Artinya : “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". (QS. An Nuur : 30)

Perintah menjaga pandangan dan kemaluan didalam ayat tersebut ditujukan kepada semua muslim baik dia tinggal di lingkungan islami yang menerapkan aturan-aturan islam atau di lingkungan yang tidak islami yang meninggalkan penerapan aturan-aturan islam didalam tata pergaulan antara lawan jenis.

Dan jika anda berada didalam suatu lingkungan yang tidak islami maka hendaklah anda berusaha untuk meminimalkan pandangan anda kepada perempuan-perempuan yang bukan mahram anda trlebih lagi terhadap mereka yang tidak menutupi auratnya.Namun apabila memang anda tidak bisa menghindar dari memandang mereka maka hendaklah pandangan itu tidak dibarengi dengan pandangan berikutnya yang sudah bercampur dengan syahwat. Adapun pandangan anda yang pertama maka—insya Allah—masih mendapat pemakluman karena ia termasuk jenis “pandangan spontanitas”.Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Jarir bin Abdullah berkata,”Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang pandangan spontanitas” Maka beliau saw memerintahkanku untuk mengalihkan pandaganku.”

Hadits ini memperkuat pendapat ulama yang mengatakan bahwa makna dari huruf “min” didalam surat An Nuur ayat 30 adalah “sebagian” karena memang ada sebagian pandangan yang dibolehkan atau tidak bisa dihindari seperti pandangan pertama (spontanitas) atau pandangan tanpa maksud seperti didalam hadits Jarir diatas.

Senada dengan hadits Jarir juga apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda,”Wahai Ali janganlah engkau ikuti pandangan (pertama) dengan pandangan (berikutnya). Sesungguhnya pandangan yang pertama adalah untukmu namun tidak pada pandangan yang lainnya.”

Untuk itu hendaklah anda pandai menempatkan diri disetiap tempat ikhtilath (percampuran antara laki-laki dan perempuan) yang pada saat itu anda berada didalamnya. Tempatkanlah diri anda pada sudut atau sisi yang tidak mengarahkan pandangan anda kepada perempuan asing. Anda bisa tempatkan diri anda pada sisi yang mengarahkan pandangan anda kepada tembok, pohon-pohon, papan tulis, atau benda-benda lainnya agar pandangan anda tetap terjaga dan terpelihara.

Menjaga pandangan ditengah-tengah masyarakat yang tidak menerapkan aturan Allah didalam tata pergaulan mereka memang menjadi tantangan tersendiri yang membutuhkan perjuangan dan kesungguhan bagi seorang mukmin multazhim (yang berkomitmen dengan islam).

Allah tidak memerintahkan manusia untuk memejamkan matanya didalam setiap aktivitasnya karena hal itu pasti akan menyulitkan dirinya. Diantara rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang berada pada keadan yang sulit namun dirinya tetap istiqomah melaksanakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya adalah bagaikan orang itu melakukan hijrah kepada Allah swt, sebagaimana apa yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Rasulullah saw bersabda,”Beribadah pada zaman yang sulit (terjadi fitnah) bagaikan berhijrah kepada-Ku.”

Sebab dari kelebihan atau keutamaan beribadah pada masa seperti itu adalah dikarenakan manusia pada saat itu telah lalai akan kewajiban agamanya, mengabaikan syariat-Nya, disibukkan oleh urusan-urusan rutin duianya kecuali hanya segelintir orang saja yang masih komitmen dengan agamanya dan istiqomah diatas jalannya.

Mewujudkan masyarakat yang sadar syariah dan memegang nilai-nilai akhlak mulia adalah menjadi kewajiban semua orang yang ada didalamnya termasuk meminimalisir kemaksiatan didalam pergaulan ikhtilath. (baca : Ikhtilath dan Hijab Syar’i). Namun dari mereka semua tentunya tanggung jawab yang lebih besar adalah ada pada para penguasa sebagai pembuat kebijakan dan peraturan tata pergaulan masyarakatnya.

Namun, bagaimana jika ada keperluan yang sangat penting yang mengharuskan bertatap muka antara lawan jenis…?

Biasanya pandangan itu mulai menumbuhkan nafsu dan syahwat. Kita harus menghindari dari pandangan itu. Itu semua dapat diatasi. Bukan berati jika kita menjaga hijab harus membawa kain hijab di Mushola kemana-mana. Hijab itu juga terletak di hati. Karena setiap perbuatan itu bermula dari niatnya. Seperti yang terdapat dalam hadits ‘Arbain.Bisa juga kita menjaga pandangan dengan cara tidak melihat arah tatapan mata lawan jenis. Dengan mengalihkan pandangan ke tempat lain (ke pohon, jalanan, dll.). Jangan sampai berlebihan memandanginya terus, karena dari celah-celah itulah syetan memasuki hati kita. Kalo sudah masuk, gawatlah kita.

Kita juga bisa menjaga pandangan itu dengan melalui batasan. Seperti yang ada di Mushola, Masjid, atau lain-lain. Yaitu melalui kain HIJAB. Atau melalui penghalang lainnya, seperti tembok, pohon, dll. Atau dengan jarak yang tidak terlalu dekat

Tapi bila itu memang darurat, jagalah diri anda dimanapun anda berada. Gunakan seperlunya. Jangan sampai kita terjadi fitnah yang sangat tajam.



PANDANGAN MATAPandangan Mata Selalu Menipu Pandangan Akal Selalu Tersalah Pandang Nafsu Selalu Melulu Pandang Hati Itu Yang Hakiki Kalau Hati Itu Bersih Hati Kalau Terlalu Bersih Pikirannya Akan Menembus Hijab Hati Jika Sudah Bersih Firasatnya Tepat Karena Allah Tapi Hati Bila Dikotori Bisikannya Bukan Lagi Kebenaran Hati Tempat Jatuhnya Pandangan Allah Jasad Lahir Tumpuan Manusia Utamakanlah Pandangan Allah Daripada Pandangan Manusia


Wallahu A’lam
Baca Selengkapnya...

Kisah Dua Orang Sahabat

Pada suatu hari ada dua orang sahabat yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.Ditengah perjalanan mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya. Orang yang kena tamper merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir :

HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU

Mereka terus berjalan, sampai menemukan oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tamper dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.

Ketika ia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, ia memahat di sebuah batu :

HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?”

Temannya sambil tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus “menulisnya di atas pasir” agar angin maaf  datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan apabila sahabat menolong dan berbuat baik pada kita, kita harus “memahatnya di atas batu” agar tidak bias hilang tertiup angin.

Dan bukankah agama kita sendiri mengajarkan bahwa sifat pemaaf adalah sangatlah mulia.

Dan dalam sebuah hadits :

“Tidak dikatakan beriman seorang diantaramu hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”.

(HR.Bukhari & Muslim) Baca Selengkapnya...

Indahnya Cinta Ketika Menjadi Rahasia

Kisah pertama ini diambil dari buku Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A.Fillah. Chapter aslinya berjudul “Mencintai sejantan ‘Ali”

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya.

Lihatlah gadis itu pada suatu hari ketika ayahnya pulang dengan luka memercik darah dan kepala yang dilumur isi perut unta. Ia bersihkan hati-hati, ia seka dengan penuh cinta. Ia bakar perca, ia tempelkan ke luka untuk menghentikan darah ayahnya.

Semuanya dilakukan dengan mata gerimis dan hati menangis. Muhammad ibn ’Abdullah Sang Tepercaya tak layak diperlakukan demikian oleh kaumnya! Maka gadis cilik itu bangkit. Gagah ia berjalan menuju Ka’bah. Di sana, para pemuka Quraisy yang semula saling tertawa membanggakan tindakannya pada Sang Nabi tiba-tiba dicekam diam. Fathimah menghardik mereka dan seolah waktu berhenti, tak memberi mulut-mulut jalang itu kesempatan untuk menimpali. Mengagumkan! ‘Ali tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta.

Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama,mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..

Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab..

Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud..

Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.”

Cinta tak pernah meminta untuk menanti.Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.

Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.

Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa,seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka,seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut.

’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq,sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.

’Umar memang masuk Islam belakangan,sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin?

Dan lebih dari itu,’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata,”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.

Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam.

Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir.

Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya.

Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya.

”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah.

Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”

’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha.

Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.


Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..” ”Aku?”, tanyanya tak yakin. ”Ya. Engkau wahai saudaraku!”

”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?” ”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”

’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung.

Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko.

Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.

”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?” ”Entahlah..” ”Apa maksudmu?” ”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!” ”Dasar t***l! T***l!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang.

Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah.Sekarang.

Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel,“Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali.

Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian.

Dan ternyata tak kurang juga yang dilakukan oleh Putri Sang Nabi,dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari (setelah mereka menikah) Fathimah berkata kepada ‘Ali,“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu. Aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta pada seorang pemuda”

‘Ali terkejut dan berkata, “kalau begitu mengapa engkau mau menikah denganku? dan Siapakah pemuda itu” Sambil tersenyum Fathimah berkata, “Ya, karena pemuda itu adalah Dirimu”

Kisah ini disampaikan disini, bukan untuk membuat kita menjadi mendayu-dayu atau romantis-romantis-an

Kisah ini disampaikan agar kita bisa belajar lebih jauh dari ‘Ali dan Fathimah bahwa ternyata keduanya telah memiliki perasaan yang sama semenjak mereka belum menikah tetapi dengan rapat keduanya menjaga perasaan itu

Perasaan yang insyaAllah akan indah ketika waktunya tiba.



-See?

Saaaaaangaaaaat indaaaaahhhhhh ‘kan????!!!!!!!

Itulah cinta seorang hamba Allah yang sejati.
Cinta yang memang sengaja disembunyikan, namun tak segan diungkapkan ketika telah menjadi sebuah keyakinan!
(wuih, puitis banget! Jadi heran sendiri, bisa nulis kaya’ gini!)

Namun yang ana ketahui sampai saat ini, maasih ada saja seseorang yang mengaku Ikhwah, tapi dengan terang terangan mengatakan ’aku mencintaimu’, dll.
Untuk yang (ngaku) Akhwat: sabaar dong! Antum bisa sih ngelamar, tapi yaa ga gitu gitu juga kalieeee!
Untuk yang (ngaku) Ikhwan: pikiran ntu jangan nikah melulu! Itu urusannya gampang! Adalah sebuah kemudahan tersendiri bagi Aktivis Da’wah untuk menikah! (bingung lagi. Padahal yang disampaikan pak Ustadz ga sepuitis ituw)

intinya?
jodoh ntu yang ngurus Allah!
qta ga usah mikir yang aneh aneh aja dulu . . .

Dengan semangat 1 Muharram 1432 Hijriah, kita perbaiki diri, alright???!!!!

Tambahan akhir, untuk pemanis:

’Cinta tak pernah meminta untuk menanti.Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan.Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.’

Akhir kata,
Semoga Allah selalu melimpahkanmu keselamatan, rahmat, dan berkah, serta ampunan.

Saudaramu, seseorang yang bukan siapa-siapa,
Yang dipertemukan denganmu,
Di jalan DA’WAH. Baca Selengkapnya...

Hanya sebutir renungan

Ikhwah Fillah..  
I
khwah Fillah, Melewati lorong waktu, menyusuri jalan kehidupan di dunia yang penuh liku dan tipu daya, bukit terjal dengan batu-batu yang tajam yang siap meluluhlantahkan semangat mencari kebenaran Illahi tidaklah bisa kita lewati dengan sendirian. Akan tetapi, kita harus melaluinya dengan kebersamaan. Kebersamaan inilah yang akan mengakibatkan kita mampu melewati,mengarungi bahtera kehidupan  di dunia ini dengan mudah dan selamat menuju tempat yang kita nanti-nantikan, yaitu syurga yang Allah muliakan. 

Ikhwah Fillah, Kebersamaan yang hakiki adalah kebersamaan yang bersandarkan kepada tali (buhul) Allah Swt. Kebersamaan yang akan mengantarkan kita  kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.

Allah Swt. memberitakan bahwa hanya kebersamaan, persahabatan dan pertemanan  yang didasari atau dilandaskan iman dan takwalah yang langgeng/abadi. Allah Swt berfirman, ”Teman-teman akrab pada hari itu (hari kiamat) sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (Q.S. Az Zukhruf : 67). Selain firman Allah tersebut, Ibnu Katsir mengatakan bahwa seluruh persahabatan yang tidak karena Allah pada hari kiamat akan berubah menjadi permusuhan. Begitu pula senada dengan pesan Rasul Saw dalam haditsnya bahwa kita akan dibangkitkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang kita cintai.

Ihkwah Fillah, Cobalah renungkan! Siapakah sebenarnya teman kita di dunia ini? Siapakah orang-orang yang kita cintai? Siapakah orang yang dekat dengan kehidupan  kita? Siapakah yang selalu menyejukkan hati kita? Apakah orang yang dekat dengan kehidupan kita itu adalah orang yang senantiasa mengingatkan kita ketika kita melakukan dosa dan maksiat? Shalehkah ia? Apakah ia senantiasa mengajak kita untuk berjuang dan berjihad di jalan Allah Swt?

Ikhwah Fillah, Mari kita renungkan. Banyak kisah yang ditinggalkan oleh sahabat, para tabiin, dan salafushaleh agar menjadi pelajaran bagi kita betapa pentingnya persahabatan dan pertemanan yang berlandaskan iman dan takwa. Salah satu kisah tersebut adalah seperti yang dikisahkan oleh Ali bin Abi Thalib, yaitu tentang kehidupan dua orang sahabat yang meninggal dunia dan bertemu kembali  di alam akhirat. Salah satu ruh itu memuji ruh yang lain dengan ungkapan,”Dia adalah sebaik-baik teman, sebaik-baik saudara, sebaik-baik sahabat.” Itulah pertemuan yang sangat indah dan mengesankan.
Begitulah kira-kira keadaan mereka setelah meninggal dunia. Mereka bertemu di alam dunia dalam nuansa berjuang di jalan Allah dan bertemu kembali di alam akhirat dengan penuh kebahagiaan yang tiada terhingga.

Ikhwah Fillah, Marilah kita tata persahabatan dan pertemanan dengan orang-orang shaleh di sekitar kita dengan penuh tawadhu dan kehati-hatian. Berusahalah untuk senantiasa waspada sehingga tidak menyimpang dari jalan Allah Swt dan jangan sampai membuat kesenjangan diri kita dengan orang-orang shaleh di antara kita. Berhati-hatilah kita bila kita dibenci oleh hati-hati orang-orang beriman, yaitu ketika kita bermaksiat kepada Allah dalam keadaan sendiri lalu Allah menghujamkan kemarahan-Nya dalam hati orang-orang beriman tanpa kita sadari.

Ikhwah Fillah, Sesungguhnya kemarahan orang-orang beriman akan membuat kita sengsara. Kebencian mereka adalah pangkal kesempitan dan kesengsaraan, serta penderitaan. Mengapa demikian? Karena mereka sebenarnya yang dapat mengubah dunia muram durja menjadi indah dan terang benderang. Mereka senantiasa menasehati dengan kalimat-kalimat yang menentramkan dan selalu menjadikan kita berada dalam keridhaan Allah Swt dan tidak terlalu jauh menyimpang dari jalan Allah Swt. Merekalah yang selalu menengadahkan kedua telapak tangannya di kala malam nan gelap gulita lagi sunyi hingga memberi kekuatan iman dalam diri kita.

Ikhwah Fillah, Bila kita bersahabat dengan orang-orang yang beriman nan shaleh, akan mampu mendekatkan kita kepada Allah Swt. Begitu pula sebaliknya, kesalehan  kita akan mendekatkan diri kita kepada mereka. Ingatlah sabda Rasul Saw tentang doa seorang mukmin di tengah malam yang dijamin dan diterima Allah Swt.

Ikhwah Fillah, Semoga Allah menghimpun dan menempatkan kita di tempat yang Allah muliakan bersama golongan orang-orang yang shaleh. Insya Allah dengan ridha-Nya, syurga yang Allah muliakan akan kita dapatkan. Amin.
Wallahualam bishawab.

www.albayan.or.id Baca Selengkapnya...

PEMUDA PEWARIS NEGERI DAN POTENSI BESARNYA

PEMUDA PEWARIS NEGERI DAN POTENSI BESARNYA
Pernah atau seringkah anda mendengar,”Ah, saya ini tidak mempunyai bakat apa-apa.”
Atau “Wah, kalau saya pinter nyanyi, bisa kayak Krisdayanti, masuk TV setiap hari.” Atau
“Dia kan memang pinter, makanya jadi juara, keturunan tuh.”
Apa iya ya Allah menciptakan beberapa gelintir manusia tanpa potensi atau bakat apapun ?
Lalu bagaimana dengan ini;
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin:4)
Nah, kalau seperti ini apakah benar-benar ada manusia yang tidak memiliki potensi apa-apa, hingga manusia terkesan hidup sial dan sengsara ? atau hanya manusia yang kurang peka terhadap potensinya hingga tidak ada usaha untuk mengembangkannya ?
Menurut saya, kebanyakan orang berfikir sempit terhadap “potensi”. Potensi; kemampuan yang mempunyai kemungkinan untuk dikembangkan. Krisdayanti dengan potensi menyanyinya, Chairil Anwar dengan potensi seninya, Kenny G dengan potensi musiknya, Agnes Monica dengan potensi akting dance musik dan banyak lagi. Potensi mereka yang nampak sekarang ini tidak tiba-tiba ada sejak lahir. Penemuan bakat serta pengembangan adalah hal penting sehingga mereka tampak di hadapan kita seakan sempurna. Lalu kita ? Mari samakan persepsi kita, jika potensi hanya sebatas menyanyi, menari, bermain musik atau akademis maka akan banyak orang menganggur secara mutlak. Sebelum saya membicara potensi lebih jauh, saya ingin memastikan bahwa anda optimis dengan talenta yang anda miliki, apapun itu.
“Jika prestasi hanya diukur sebatas piala, maka tak akan ada keberhasilan yang sesungguhnya.”
Pertama, sadarkah anda bahwa anda telah banyak beraktivitas menggunakan potensi anda yang luar biasa ? Ya, potensi fisik, salah satu bentuk kekuasaan Allah Yang Maha Pencipta dengan seni yang luar biasa. Teringat pada kisah Nabi Yusuf as yang sangat tampan, hingga ketika para wanita melihat beliau, tanpa terasa mengiris jari mereka. Seberapa tampan ya ? Itulah potensi fisik Nabi Yusuf as, ketampanan. Kemudian, Nabi Muhammad SAW yang memiliki postur tubuh tegap dan kekar, bahkan hingga usia ke-63. “Mu’min yang kuat lebih dicintai daripada mu’min yang lemah.” Tahukah, ketika beliau perang menggunakan baju besi berlapis dua. Besi ? berat bukan ? Itulah potensi fisik Nabi Muhammad SAW yang kuat. Lalu bagaimana dengan potensi fisik kita ? beruntunglah bagi kita yang memiliki kesempurnaan fisik, diberi kemudahan dalam beraktivitas. Dengan demikian semestikan kita mampu lebih produktif daripada hamba Allah lainnya yang diuji dengan kekurangan fisiknya. Jangan justru riya’ karenanya. Bagaimana dengan para aktris dan aktor yang dengan bangganya mengumbar kesempurnaan fisiknya ? Naudzubillah, saudara.
Renungkan, ingat ketika kita menolak perintah ibu kita untuk pergi warung membelikan bumbu dapur ? karena malas tentunya. Bagaimana jadinya jika salah satu atau kedua kaki kita benar-benar tak berdaya untuk melakukannya. Ingat ketika kita enggan menggendong adik kecil kita yang sedang menangis, dengan alasan capek ? Bagaimana jika tangan-tangan kita itu kehilangan jari-jarinya atau bahkan tak sampai jangkauannya untuk meraih suatu benda ? Ingat juga ketika kita menyombongkan kecantikan dan keseksian tubuh atau ketampanan dan kekekaran fisik kita ? Bagaimana jika suatu ketika Allah menguji kita dengan keburukan rupa dan ketidakporposionalan fisik ?
“Jika buruk rupa, kaca kan dipecah. Jika baik rupa, kaca kan disembah.”
Sekali lagi, jangan mengukur prestasi sebatas dengan piala, karena itu hanya akan menimbulkan keinginan untuk dipuji dan dikagumi. Dan ketika pujian dan sanjungan itu tidak ada lagi, kita merasa gelisah akan kehilangan popularitas dan penghargaan orang lain.
“Kemenangan itu bukan diukur dari seberapa banyak orang yang telah kita kalahkan, melainkan seberapa besar kita berguna bagi lingkungan kita.”
Berprinsiplah bahwa potensi fisik kita harus bermanfaat untuk kepentingan syar’i . Karena mengejar puja dan puji manusia di dunia adalah suatu kerugian. Bahkan potensi fisik akan menurun dengan berjalannya usia. Maka manfaatkan potensi fisik semasa muda dengan aktivitas yang berguna bagi orang lain dan lingkungan. Karena, kebutuhan jiwa adalah berguna. Maka berbanggalah dengan kesibukan yang menjadikan kita menjadi manusia yang berguna. Itulah prestasi bagi anda yang mengembangkan potensi fisik dengan “berguna”.
Kedua, yang membedakan manusia dengan makhluk Allah lainnya adalah akal. Ya, manusia memiliki potensi akal yang membedakan dengan tumbuhan, hewan, jin dan malaikat.
Ketika Belanda menjajah Indonesia, mereka menggunakan taktik licik yaitu adu domba yang memecahkan persatuan rakyat Indonesia. Begitu juga dengan Islam hingga sekarang berbagai tipu daya dan akal licik kaum yang ingin memecah belah Islam terus dilakukan, ingat ketika Kuwait dan Irak diadu domba hingga terjadi perang, atau ketika Irak dan iran yang terus didorong agar saling serang. Begitu pula perpecahan partai Islam di indonesia yang merupakan akibat dari adu domba.
“Bangkitlah Pemuda Islam ! Inilah waktumu meluruskan suatu kebengkokan.”
Saya tidak paham ini sebuah kekeliruan atau keegoisan. Ketika banyak pihak asing yang ingin memecah belah persatuan, khususnya persatuan umat Islam yang selalu diirikan, yang ada adalah saling menyalahkan dan mencari pembenaran, bukan kebenaran ! Ketika anda lihat suatu kekeliruan, maka luruskanlah, beri masukan agar lebih baik dan lapangkan hati untuk menerima penolakan. Suatu perbedaan bukan menjadi alasan untuk segera berperang. Disinilah potensi akal manusia dibutuhkan, karena manusia mencintai kedamaian, ketentraman serta kenyamanan maka sudah selayaknya manusia melakukan upaya untuk mewujudkannya. Semua itu bukan kebutuhan individual, semua itu adalah kebutuhan universal yang menjadi tanggung jawab bersama.
“Manfaatkan potensi akal kita untuk menjadi agen perubahan dengan pemikiran cerdas dan realitas.”
Tidak ada manusia bodoh di dunia ini. Karena Allah SWT Maha Pandai, Dia mencintai kecerdasan, itulah sebabnya, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim.” Dan lebih diperdalam lagi; “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.” Janji Allah yang tak akan pernah teringkari, Allah akan meninggikan derajad orang yang berilmu.
Jadi yang membedakan potensi akal manusia satu dengan yang lain adalah pemanfaatan dan pengembangannya. Di masa yang penuh dinamika dan kreatifitasnya maka pemanfaatan dan pengembangan akal pemuda harus diperhatikan, mengingat perubahan zaman yang mempengaruhi pola pikir instan para pemuda dan menjadikan mereka menjadi pengejar kesenangan dunia. Pemuda Islam adalah pewaris negeri yang akan menjadi pekerja dakwah bersamanya pula amanah Tauhid diemban. Maka itu dengan potensi pemuda harus berani beraksi untuk berprestasi, prestasi dalam arti berani berdiri dengan bersandar kepada kebenaran yang syar’i. Ketika ada suatu perbedaan dalam tubuh sesama umat Islam, tak semestinya saling menyalahkan, namun berusaha berdamai dengan keadaan dan berlapang dada menerima suatu tentangan. Nabi Muhammad SAW tidak pernah berhenti berdakwah meski kebenaran yang beliau sampaikan selalu ditentang, beliau tidak menggunakan emosinya untuk memaksakan ajarannya. Karena Islam cinta damai.Nabi Muhammad SAW menggunakan potensi akalnya untuk mendamaikan keadaan agar dapat diterima oleh kaum yang memusuhinya.
“Prestasi bukan ketika anda mendapat pujian, melainkan prestasi adalah ketika anda melakukan perubahan.”
Ancaman besar bagi kaum Muslim adalah perpecahan, adu domba dan doktrinisasi oleh musuh Allah laknatullah ‘alaik. Dan pemuda adalah sasaran nyata mereka, karena pemuda adalah pewaris negeri yang mengemban amanah dakwah. Jika mental dan akal pemuda lemah, maka yang akan terjadi adalah perpecahan dalam tubuh umat Islam dan kemenangan para kafirin.
Jangan pernah mengeluh tentang pelajaran anda yang susah, masalah anda yang berat dan kelelahan yang amat sangat. Karena kebiasaan mengeluh membuat potensi otak anda melemah karena tidak mau berfikir. Biarkan otak anda berfikir untuk memecahkan suatu masalah, seberat apapun itu. Karena sebenarnya kita belum maksimal memanfaatkan potensi otak kita. Bahkan Albert Einstein yang jenius baru menggunakan potensi otaknya sebesar ..... %
Bagaimana dengan kita ?
Dari pembahasan yang panjang itu, nampak sekali bahwa kedua potensi itu, potensi fisik dan potensi akal, tidak menjadi jaminan bahwa kualitas diri kita baik. Ketika berparas rupawan atau pandai akademik, seringnya kita lupa bersyukur dan meremehkan orang lain yang pengembangan potensinya tidak sebaik kita. Dan ketika ada suatu perbedaan dengan teman misalnya, seringnya kita menutup mata dengan kebenaran dan mencari pembenaran serta cenderung menyalahkan.
Potensi yang satu ini benar-benar akan menjadi cerminan kualitas diri dan kunci kedamaian yang sesungguhnya.
“Apabila ia baik, maka seluruh tubuhnya akan baik. Apabila ia buruk, maka buruk pula seluruh tubuhnya.”
Saya rasa anda sudah menebaknya, ia adalah qolbu, hati. Jadi teringat dengan lagunya Nasyid Snada “Jagalah Hati.”
Jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini. Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah hati cahaya Ilahi....
Dari sebuah tulisan seseorang di internet, saya menemukan catatan yang disampaikan oleh Aa Gym, yang mengatakan bahwa hati itu ada 3 macam; Qalbu Maridh (Hati yang sakit), Qalbu Mayyit (Hati yang mati), dan Qalbu Shahih (Hati yang sehat).
Orang yang menderita penyakit hati (Qalbu Maridh) akan tersiksa hidupnya, bukan karena akibat aniaya orang lain melainkan akibat dari segala prasangka dan asumsi abstrak yang dia ciptakan. Saya yakin, diantara kita pasti pernah ada penyakit hati sekecil apapun. Hanya perbedaannya adalah pengendalian kita terhadap penyakit yang menyesatkan ini. Sungguh bahaya. Ketika pikiran tak lagi berorientasi pada realita sehingga sulit menerima kejujuran yang ada. Disinilah perang antara kecintaan kepada Allah SWT dan keinginan menuruti hawa nafsu. Selagi kesempatan masih ada dan potensi masih dapat terus berkembang, kendalikan hati agar menjadi pribadi yang berprestasi, yaitu pribadi yang mampu berkontribusi pada Ghazwul Fikr (perang pemikiran).
Keadaan hati akan membawa keadaan seluruh tubuhnya. Maka, jika hati mati (Qalbu Mayyit) sama dengan tubuh atau jasadnya mati. Saya ingin mengajak anda untuk bernostalgia dengan lagu ini;
Bermata tapi tak melihat, bertelinga tapi tak mendengar, bermulut tapi tak menyapa, berhati tapi tak merasa....
Akibat dari globalisasi, modernisasi. Dalam pelajaran sosiologi pada bab Perubahan Sosial, dijelaskan bahwa akibat dari globalisasi, modernisasi adalah sifat individualistis tinggi. Yang memperparah adalah penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh bangsa asing yang tentunya adalah kaum non-muslim. Keadaan ini menjadi perang pemikiran yang semakin ketat. Dan inilah pemuda area perangmu, potensi akalmu diuji. Ketika hati mati, maka menjadikan jasad mati. Penguasa negeri ini, para peng-gedhe yang ada di deretan-deretan kursi perwakilan-perwakilan rakyat, para pengguni istana berfasilitas VVIP, serta para jutawan-milyader yang bermandikan harta. Mereka hanya akan menjadi jasad yang mati, jika kepekaan sosial serta hati nuraninya tidak terkendali.
Keberuntungan bagi Indonesia yang dijadikan oleh Allah alam yang subur, sumber daya yang melimpah ruah, pergantian musim yang efektif serta wilayah yang strategis. Namun keberuntungan itu tidak membawa pada kemakmuran rakyatnya, mengapa ? ini hanya sebuah perenungan saya. Pemanfaatan dan pengembangan potensi fisik dan akal yang kurang optimal. Inilah ujian berupa kenikmatan yang ternyata menjadikan (hampir semua) manusia Indonesia ketergantungan.
Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu....
Orang bilang tanah kita, tanah surga, tongkat yang jatuh jadi tanaman....

Siapa yang tak iri dengan Indonesia, namun sekali lagi, “Potensi fisik dan akal tidak menjadi ukuran sebuah kebaikan kualitas.” Dan ialah yang jika baik maka seluruh tubuhnya akan baik. Pemuda sebagai pewaris negeri ini, pertajamlah kepekaanmu, karena itu adalah kunci kedamaian serta kemakmuran duniamu. Ketika hati itu mati, yang ada adalah kedzolliman.
“Dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat Tuhannya lalu dia berpaling dari padanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka, (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (Kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka; dan kendatipun kamu menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (QS. Al-Kahfi: 57)
“Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (QS. Al-Baqarah: 7)
Jagalah kesehatan hati anda, karena tak seorang dokterpun mampu menyembuhkannya.
Hati yang sehat (Qalbu Shahih) menjadikan tubuh yang sehat pula.
Bila hati kian bersih, pikiran pun akan jernih, semangat hidup nan gigih, prestasi mudah diraih, tapi bila hati busuk, pikiran jahat merasuk, akhlaq kian terpuruk, jadi makhluq terkutuk. Bila hati kian lapang, hidup susah tetap senang, walau kesulitan menghadang, dihadapi dengan tenang, tapi bila hati sempit, segalanya jadi rumit, seakan hidup terimpit, lahir batin terasa sakit.
Sepertinya potongan lirik lagu itu cukup mewakili saya untuk mengutarakan tentang Qalbu Shahih. Betapa senangnya hidup ini ketika kita dapat menemukan kedamaian hati serta ketentraman jiwa. Tiada suatu keterpaksaan serta kekecewaan dalam hidup ini yang membawa kita pada penyakit hati yang menggerogi hati kita.

Tiga potensi umum; potensi fisik, akal, dan hati. Jika pemuda pewaris negeri mampu mengoptimalkan pemanfaatan serta pengembangan potensi-potensi dasar di atas, Insya Allah potensi-potensi lainnya akan dapat mencapai keseimbangan yang baik. Bayangkan, bagaimana jika Presiden yang memiliki potensi kepemimpinan itu tidak mampu mengolah potensi fisik, akal dan hatinya. Bisa jadi ia adalah pemimpin yang lemah (fisik), bodoh dan dehumanisasi. Potensi kembangan apapun yang anda miliki jika tidak di kuatkan dengan potensi-potensi dasar di atas, maka hanya akan menjadi suatu pakaian yang tak menghangatkan.
Dan sebelum menuju titik yang terakhir, tetap ingatlah;
“Jangan ukur prestasi hanya sebatas piala, karena prestasi adalah ketika anda mampu menciptakan perubahan.”
Inti dari ketiga potensi dasar itu adalah pengendalian yang membawa kita pada suatu kebijaksanaan. Wahai pemuda, karena kau adalah pewaris negeri, maka kau lah yang membawa bendera kejayaan Islam. Ingat; potensi, berani beraksi dan ukir prestasi.
Saya yakin, pengendalian diri yang baik akan membuat kita menjadi lebih percaya diri. Dan dengan bermodal potensi dasar, tekad perjuangan, aksi mewujudkan, keoptimisan berkreasi serta kepercayaan diri maka tak ada prestasi yang tak mungkin. Tidak ada yang mudah bagi orang yang tidak mau berusaha.
“Karena, ujian dari-Nya adalah pembuktian, siapa yang benar-benar beriman ?”
Semangat adalah ketika letupan itu siap untuk meledak. Baca Selengkapnya...