Pada suatu hari ada dua orang sahabat yang sedang berjalan melintasi gurun pasir.Ditengah perjalanan mereka bertengkar, dan salah seorang menampar pipi temannya. Orang yang kena tamper merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir :
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU
Mereka terus berjalan, sampai menemukan oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tamper dan terluka hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya.
Ketika ia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, ia memahat di sebuah batu :
HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU
Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?”
Temannya sambil tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus “menulisnya di atas pasir” agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan apabila sahabat menolong dan berbuat baik pada kita, kita harus “memahatnya di atas batu” agar tidak bias hilang tertiup angin.
Dan bukankah agama kita sendiri mengajarkan bahwa sifat pemaaf adalah sangatlah mulia.
Dan dalam sebuah hadits :
“Tidak dikatakan beriman seorang diantaramu hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri”.
(HR.Bukhari & Muslim)
Rabu, 25 Januari 2012
Kisah Dua Orang Sahabat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar